berbagi berita bahagia

ketakutan dia 1

20100306

ketakutan dia 1

sedih, jenuh, malas, takut, sepi, semua bergelayut menjadi satu dalam pikirannya. entah kapan perasaan tersebut muncul dalam dirinya. dan kenapa bisa perasaan itu muncul dalam benaknya. memang ketika hari ini dia hanya bisa termenung ketika dihadapkan oleh beberapa masalah yang belum jelas akan jalan keluarnya. ketakutan yang mendalam bila dirinya mengingat masa lalunya.
memang benar dia lah seorang narapidana yang baru lolos, setelah melarikan diri dari sebuah lembaga permasyarakatan, suatu malam yang gelap dia berhasil mengecoh beberapa sipir dalam penjara, dan tentunya dengan membayarkan beberapa gepok uang. disini digambarkan bahwasannya para sipir dengan mudahnya melepaskan seorang narapidana yang di dakwa dengan hukuman yang sangat berat.

dan sampailah dia pada sebuah perkampungan yang damai. dimana dia menghabiskan masa kecilnya. teringat kembali masa kecilnya yang penuh dengan kebaikan dan kesholehan. bangun di pagi buta, mengambil air wudlu dan pergi mengaji ke masjid bersama abah tercinta,dan apabila dia tidak bangun ketika dibangunkan maka sang abah akan mengguyurnya dengan gayung yang penuh dengan air yang sejuk. dan ketika senja tiba dia asik memainkan si kulit bundar bersama kawan-kawannya . kemudian ketika adzan magrib menggema dia sudah kembali dengan baju koko dan sarungnya, untuk berangkat ke masjid yang begitu dekat dengan rumahnya. akankah semua ini akan kembali lagi ketika dia sudah dewasa dan apakah dia bisa membimbing anaknya kelak sperti ketika abahnya membimbingnya. pikiran itu teruus bgelayut dalam rumahnya.

sungguh jauh berbeda dengan keaadaannya sekarang, kampungnya telah dipenuhi bangunan sudah tak ada lagi tanah kosong. hanya tinggal sebuah masjid dengan pekarangan yang tidak begitu luas, yang dulunya dia masih bisa ia gunakan sebagai tempat untuk bermain bola. sekarang buat bergerakpun rasanya sudah tak leluasa.

ketika beranjak remaja pun dia putuskan untuk merantau ke sebuah kota yang terkenal dengan sebutan kota pelajar. dia berangkat dengan nilai tertinggi di sekolahnya dan masuk di sebuah PTN yang bonafit. seketika itu pulalah kehidupan dia berubah 180 derajat. dari seorang yang rajin menjadi seorang yang malas, dari seorang yang pintar menjadi seorang yang bodoh, begitu mudahnya dia terpengaruh oleh teman-teman terdekatnya. dia berubah menjadi orang yang beringas dan kurang ajar. dia tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang benar, tidak bisa mebedakan mana yang buruk dan mana yang busuk. sampailah pada suatu malam dia dan teman-temanya