berbagi berita bahagia

The Nesia of me

20110725

The Nesia of me

 Nesia Larasesa namanya, seringkali aku masih lupa dengan nama itu, namun terukir jelas raut wajahnya yang memang terlihat begitu lugu dan syahdu, menegenai arti nama itu aku penah mendengar langsung dari empunya nama, walau sampai saat ini aku mencoba mengingat arti nama tersebut, dan suatu saat aku percaya aku akan teringat arti nama tersebut. seperti layaknya seorang lulusan SMA yang belum tahu akan melanjutkan kemana setelah melewati masa2 yang indah tersebut. namun wajah itu sempat mengalihhkanku untuk mencari tahu siapakah tuan yang memiliki wajah teduh tersebut, sama saja denganku yang tidak lebih dari masnusia ling-lung yang berharap akan selalu untung, penyesalan itulah yang sering ku ucap dan selalu kuingat karena tidak sempat mengenalnya lebih dekat, entah kenapa? karena aku juga tak kunjung menmukan alasan yang tepat untuk mengenalnya lebih dekat,dan sayangnya ketika alasan itu semakin kuat namun sekat jarak sebagai pemisah seakan menghalanginya untuk kembali lebih dekat mungkin dia lupa ketika kita pertama bertemu dengan wajah angkuhnya dia hanya memandangku sebelah mata, ketika aku menggengaam tangannya erat untuk menyebutkan namaku. kemudian berlanjut dengan berbalasa pesan via hp yang saat itu memang lagi pupuler, belum ada sosmed yang lain yang sekarang telah menggurita dan mennyita sebagian besar waktu manusia

mungkin dia lupa ketika aku tak bisa berhenti untuk memikirkannya,berharap mendapat balasan pesan darinya, itu mungkin balasan dimana aku terlalu sibuk dengan pa ayang aku pikirkan dengan lingkaran sekitarku, ego ku yang terbang tinggi tanpa menginjak bumi sehingga seakan aku lebih baik dari manusia mana saja, mungkin pula masih dalam ingatannya ketika aku belum berani memproklamirkan apa yang ada dalam pikiranku bersamanya, karena mungkin aku terlalu takut publik menilaiku seperti kebanyakan orang lainnya, teringat ketika aku memimpikan dia menjadikanku seperti orang gila yang hanya bisa meratapi semua karena memang semua sudah terlambat. mungkin karena aku terlalu cuek atau akau hanya mementingkan diriku sendiri. seakan takdir telah menggariskan semua prilaku yang akan terjadi dan sudah terjadi, menjadikanku orang yang lupa diri lupa ingatan akan seluk beluk nikmat dunia, aku terlalu pede mungkin atau terlalu minder dengan kehidupan baruku yang serba berbeda. melihatnya seakan melihat wanita mulia yang hanya ada dalam mimpiku ketika aku terbiasa bersama wanita pujaanku yang kuabdikan seluruh hidupku padanya. sehinnga sudah terlambat ketika aku memutuskan untuk mengajaknya bertemu karena memang dia sudah terlanjur sibuk dengan kehidupannya yang menurutku tidak menarik sama sekali, sehingga aku harus mencari tahu lagi ngapain sih dia? apakah dia bahagia dengan masa-masa itu, syukur lah dalam persepsiku hidupnya lebih bahagia dengan kegiatannya yang padat dan tak ada habisnya, ataupun sudah berganti dengan beberapa pria yang dia suka.

nikmati masa mudamu anak muda, argumentasinya adalah dia menikmati masa mudanya dengan seperti dia menikmati masa muda yang bersenang-senang dengan berbagai macam kegiatan yang tidak pernah aku tahu jeluntrungannya. itu pilihan mungkin bagi sebagian orang adalah kejenuhan yang berganti dengan kejenuhan lainnya. terlalu menarik mengulik setiap detik memoriku bersamanya, karena memang kita tidak pernah saling mengenal atau peduli karena terlalu sibuk dengan urusan pribadi masing-masing, sehingga baru menyadari

ketika hal itu sudah tidak ada, lebih dinamis mungkin kehidupan ini. ketika aku terlalu cepat merubah keputusanku terlalu cepat atau terlalu lambat. semua orang berhak bahagia termasuk dirinya yang berhak bahagia dalam menjalani kehidupannya, sebenarnya masih banyak memori indah yang sudah aku patri dalam pikiranku namun aku tak bisa menuangkannya dalam beberapa rangkaian kata untuk menjadi sebuah kalimat untuk menggambarkan apa yang ada dalam memoriku, atau aku mungkin terlalu pelupa sehingga ingatanku tentang setiap kenangan yang melibatkan dirinya tidak pernah bisa aku tuangkan dalam kata. tulisan ini hanya sekedar apa yang pernah terlintas dalam simpul otakku untuk sedikit di abadikan, menjadi sebuah tulisan yang semoga saja abadi dan bisa selalu dinikmati antar waktu.

  bukan rayuan tapi hanya ungkapan perasaan
 bukan pula pembenaran karena memang tidak termuat kesalahan
 bukan pujian tapi memang inilah kenyataan