berbagi berita bahagia

ketakutanku

20130916

ketakutanku

ok, lets find out!!

kenapa sih harus menulis kenapa harus diulis?? kenapa ga diceritakan saja, kenapa ga ngomong atau nelpon langsung orang yang mau denger cerita lu? kenapa harus capek2 merangkai kata menyusun kalimat sehingga terbentuk paragaraf? kenapa si??  kenapa seeh ada kata kenapa??
walau aku ga suka dikasih pertanyaan kenapa? aku sering bertanya pakai kata kenapa?
yaah karena aku percaya pasti ada yang baca di blog ku yang ga jelas ini...

ini bukan curhat yaah, 

karena emang lagi stuck dalam kerjaan buat ngonsep kerjaan yang seharusnya bisa aku seleleseikan bila aku lekas memulainya, namun apa daya tak ada action, yang seharusnya bisa langsung gw buat, stelah baca buku ON ON ON ON nya si jazuli

terseraaah daaah apa yang kalian pikirkan dalam benak lu pada ketika baca blogku yang amburadul ini, tapi ga seamburadul orang yang punya blog ini kok, wew

sesuai judul yang telah gw tulis diatas, sbelumnya seh saya nulis dulu baru gw tulis judul,  hahaha,

ini serius lo.........serius banget malah...

tentang ketakutan yang slalu melanda bagai badai yang slalu menerpa di bebebrapa bagian muka bumi ini. yah sesuai visi hidup yang aku dendangkan sebelum aku selesei kuliah sih aku pengen memebrikan kebahagiaan kepada sebanyak-banyaknya manusia,  mitu visi ku yang memang sudah terpatri rapi setiap kali aku orasi atau aku lagi diskusi dibeberapa komunitas pengemabangan diri.

itulah visiku, karena visi ini aku pun mulai ketakutan untuk mencinta, ataupun berkomitmen kepada sapa ajah, walaupun aku yakin banyak orang yang mau berkomitmen denganku, yaaah aku yakin banget!
komitmen dalam sebuah ikatan yang saling mendukung dan bekerjasama dalam mengelola kehidupan yang serba terbatas, dibatasi oleh aturan adat istiadat yang mungkin kebanyakan orang melupakannya.

aku terlalu takut bila ini tidak sesuai apa yang aku kehendaki, 
aku terlalu takut ketika aku menyakiti perasaan orang2 terdekatku
aku terlalu takut saat aku harus menjauh dari orang yang kusayangi
aku terlalu takut dia membenciku, menghardikku dengan kata2 liarnya
aku terlalu takut menambah musuh didunia ini, walaupun sampai saat ini aku belum punya musuh yang benar memusuhiku

yaaaah ketakutan tak berdasaar mungkin, ataupun ketakutan yang dibuat-buat, tapi yaaah gitu daah, ketakutan ini terlalu sering membuatku jadi mati langkah, tak bergerak, terlarut dalam kebimbangan, berhenti untuk sekedar membuat keputusan ditengah2 pilihan mudah, terlalu takut untuk memulai sebuah hubungan baik yang membuat hati berbunga layaknya di film picisan, takut kalo orang tersebut tidak sebaik apa yang terlihat, ketakutan yang dibuat-buat mungkin, tapi inilah ketakutan yang kualami, aku sering banget deket dengan bebebrapa psikolog yang biasa kujadikan tempat curhat tempat mengadu bagaimana seharusnya aku mengelola 

waaah ternyata dibalik kegarangan dan kegirangan ini maasih tersimbul ketakutan yang terlalu!! 
aaaah!!mungkin semua ini karangan belaka, atau sebauah imajinas yang tak layak untuk di ikuti.