berbagi berita bahagia

realita caleg 2014

20130918

realita caleg 2014

menyambut hingar bingar 2014 yang ini adalah hajatan terbeesar bangsa ini, yang merupakan salah satu pesta sebar uang yang biasa disebar masyarakat kelas bawah yang masih biasa menjadi sasaran empuk politik transaksional yang masih masif terjadi di bangsa ini. yaah beberapa ahli masih mengelak tentang jual beli suara ini, karena memang inilah proses pendewasaaan demokrasi, proses pembelajaran demokrasi,  namun sampai kapan hal ini terus berlanjut??? 

meluangkan waktu hari ini saya mengunjungi kantor FNS  yang website FNF-Indonesia.org walaupun sebenarnya saya juga ga terlalu berminat mengunjungi kantornya yang disekitaran tendean, karena ajakan temen saya yang berkecimpung dalam dunia parlemen.

daripada sekedar duduk browsing ga jelas, memanfaatkan posting sana-sini, melakukan pemasaran acak, menanggapi orang2 ga jelas yang bertanya tentang apa yang saya jual. maka lebih baik segera beralih untuk mengikuti ajakan dari teman saya untuk mengunjungi kantor FNS,  iya sih ada beberapa hal baru yang saya dapat. walaupun sudah pernah saya dapatkan sbeelumnya namun cukup mengingatkanku tetntang keilmuan lama yang pernah saya pelajari. 

FNS menurut saya adalah sebuah lembaga dari jerman yang konsen terhadap pengembangan pemahaman politik di indonesia. dan celakanya malahaan saya menganggap bahwa ini adalah sebuah lembaga yang mau memasukkan ideologi dan leberalisme ala mereka, yaah ini kecurigaaan tanpa dasaar memang karena setelah saya melakukan internet research say atidak menumkan dukungan untuk mendukung dugaaan saaya tersebut.

setelah menunggu beberapa saaat di ruang tunggu reseptionis, kami pun disambut di sebuah ruangan rapat dan akhirnya kami duduk disana ngobrol, diskusi membahas tentang strategi caleg dprd, tentang bagaimana suka duka proses pencalegan, ngomongin tentang program kerja caleg, isu2 anggota dewan, pemberdayaan masyarakat yang sedang dilakukan oleh temennya temen saya, dan saya memilih diam karena saya sadar saya masih belum terlalu  dikenal, dan saya pikir saya lebih memilih diam karena takut larut dalam obrolan hangat karena memang saya cukup tertarik dengan bahasan yang sedang dibahas.

lebih kongkrit tentang apa yang dibahas memang tentang SDM dari para caleg ataupun anggota dewan y ang tidak tahu apa yang harus dilakukan setelah dilantik, tentang bagaimana para caleg tidak tahu menahu tentang fungsi partai politik yang kebetulan saya sangat familiar tentang fungsi dari partai politik, sedangkan seperti kita ketahui caleg adalah representasi dari partai politik. bagaimana kalo alat partai tidak tahu menahu tentang fungsi partai politik itu sendiri. 

tergelitik tentang hal tersebut jadi sbeenarnya para anggota dewan itu mengurus apa? apakah memenag mereka hanya mementingkan konstituen mereka sendiri? apakah mereka sibuk membangun citra diri? 
jadi aktifitas mereka ngapaain saja?  yaaah inilah realita caleg di negara kita,