berbagi berita bahagia

belajar islam untuk pemula

20141017

belajar islam untuk pemula

Apakah Islam? Islam, adalah agama monoteistik berlandaskan Qur’an, yang dipercaya diturunkan langsung dari Tuhan (Allah SWT), melalui perantaraan Nabi Muhammad SAW. Dalam etimologi bahasa Arab, kata “Islam” berarti “berserah diri”, diturunkan dari sebuah kata yang berarti “damai”. Dalam konteks religius diartikan sebagai penyerahan diri secara total kepada kehendak Allah SWT. Siapakah Muslim? Penganut Islam, disebut Muslim, percaya bahwa Muhammad SAW adalah Nabi atau Rasul yang terakhir yang diutus Tuhan ke dunia untuk menyampaikan wahyu atau risalah-risalah Tuhan kepada umat manusia. Umat Muslim berarti pengikut sebuah agama yang damai, penuh kasih sayang, dan terbukanya pengampunan dari Tuhan melalui jalan bertobat. Semua perilaku dan ajaran Muhammad SAW tercantum dalam apa yang disebut Sunnah dan Hadits, yang dijadikan acuan dalam menjabarkan Qur’an. Apa Yang Diimani Umat Muslim? Umat Muslim di seluruh dunia wajib mengimani/meyakini enam poin berikut: 1. Tuhan Yang Maha Esa, yaitu Allah SWT. 2. Para Malaikat yang diciptakan Tuhan. 3. Para Nabi/Rasul yang diutus Tuhan untuk menyampaikan wahyu kepada umat manusia. 4. Kitab-kitab Suci (seperti: Zabur, Taurat, Injil, Al-Qur'an) yang diturunkan Tuhan melalui nabi-nabi-Nya. 5. Hari Kiamat atau Hari Pembalasan (Judgment) yang akan mengadili setiap perbuatan manusia di dunia. 6. Qadla & Qodar (Takdir) yang telah ditentukan Tuhan untuk kehidupan dunia dan akhirat. Nabi-nabi/Rasul-rasul Yang Diimani Umat Islam Umat Muslim mengimani SEMUA Nabi dan Rasul yang diutus Allah SWT. Jumlah Nabi/Rasul yang diutus Allah SWT ribuan jumlahnya, dari zaman ke zaman. Diutus untuk menyampaikan risalah kepada kaumnya masing-masing, sesuai zamannya. Nabi Isa AS atau Yesus termasuk salah satu Nabi/Rasul yang diutus Tuhan. Mereka semua adalah Mulia dan Terpilih oleh Tuhannya. Tuhan melarang kita membandingkan satu sama lainnya, apalagi memandang rendah salah satunya. Kita bahkan diwajibkan menyampaikan salam sejahtera (shalawat) kepada para Nabi dan Rasul saat kita memanggil namanya. Contoh shalawat: Nabi Musa Alaihis Salam (AS) = Salam sejahtera untuk Nabi Musa. Muhammad Salallahu 'Alaihi Wa Salam (SAW) = Salam sejahtera dan keselamatan untuk Nabi Muhammad. Nabi Adam AS adalah Nabi pertama yang Allah SWT utus ke bumi, sedang Nabi yang terakhir/penutup adalah Muhammad SAW. Nabi Muhammad SAW dipanggil juga Rasulullah SAW. Hanya Allah SWT yang tahu jumlah pasti para Nabi dan Rasul. Tetapi yang wajib diketahui oleh umat Muslim adalah 25 Nabi/Rasul, sebagaimana termaktub dalam ayat-ayat Al-Qur'an. 1. Adam AS. 2. Idris AS. 3. Nuh (Noah) AS. 4. Hud AS. 5. Soleh AS. 6. Ibrahim (Abraham) AS. 7. Luth AS. 8. Ismail (Ishmael) AS. 9. Ishak (Isaac) AS. 10. Yakub (Jacob) AS. 11. Yusuf (Joseph) AS. 12. Ayub (Job) AS. 13. Sueb AS. 14. Musa (Moses) AS. 15. Harun (Aaron) AS. 16. Zulkifli AS. 17. Daud (David) AS. 18. Sulaiman (Solomo) AS. 19. Ilyas (Elias) AS. 20. Ilyasa AS. 21. Yunus (Jonah) AS. 22. Zakaria (Zakaraya) AS. 23. Yahya (Yohanes Pembaptis) AS. 24. Isa AS. 25. Muhammad SAW. Adapun Nabi/Rasul yang dijuluki Ulul Azmi, atau Nabi/Rasul yang memiliki ketabahan dan kegigihan luar biasa dalam menjalankan kenabiannya: 1. Nuh AS. 2. Ibrahim AS. 3. Musa AS. 4. Isa AS. 5. Muhammad SAW. Salam sejahtera atas mereka semua. Mengapa Islam Sering Dianggap Aneh? Dewasa ini, bahkan sejak kelahirannya, Islam dipandang eksotik dan cenderung ekstrim—padahal boleh jadi sebaliknya. Mungkin karena di dunia Barat, agama sudah tidak lagi menjadi urusan penting—sementara Islam mengatur semua perilaku pengikutnya secara total dan harus dipatuhi, tidak ada pemisahan antara urusan sekuler (duniawi) dan sakral (ibadah). Umat Islam bersandar kepada sebuah Hukum Tuhan yang disebut Syariat, yang diperintahkan Tuhan untuk ditegakkan dengan sungguh-sungguh dalam menjalani kehidupan. Isu apa pun dalam kehidupan, semua akan dipandang PENTING dalam agama karena akan dimintai pertanggungjawaban. Itulah kenapa usaha-usaha penegakkan syari'at Islam sangat gigih diperjuangkan oleh umat muslim yang beriman. Konsep Ketuhanan dalam Islam Konsep ketuhanan dalam Islam adalah Tawhid, yang berarti mengakui bahwa Tuhan adalah Maha Esa, monoteisme absolut, tidak ada keterkaitan atau pun pluralistik. Tidak terdiri dari beberapa person, melainkan benar-benar tunggal, atau ESA. Tuhan Yang Maha Esa adalah pilar utama Islam, dan ini terikrar dalam Dua Persaksian (dikenal Shahadatayn) yang WAJIB diucapkan seluruh manusia yang mengaku dan atau ingin memeluk agama Islam. Ikrar Shahadatayn yaitu: 1. Aku Bersaksi Bahwa Tidak ada Tuhan selain Allah, dan 2. Aku Bersaksi Bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Siapakah Allah? Allah adalah nama Tuhan, semua manusia wajib menyembah/beribadah kepada-Nya. Tidak dibenarkan menyembah kepada selain-Nya. Tuhan melarang kita menyembah kepada batu, berhala, binatang, pepohonan, gunung, laut, bintang, jin, malaikat, nabi, manusia, guru, benda-benda antik, dan SEMUA apapun. Kita hanya diharuskan menyembah Allah semata. Ini adalah ajaran lurus yang disampaikan Tuhan melalui nabi-nabinya sejak pertama manusia diciptakan. Dosa yang teramat besar jika kita menyembah selain Allah. Balasannya adalah siksa yang pedih dalam api Neraka yang menyala-nyala, dan kekal di dalamnya, selama-lamanya. (Kita berlindung kepada Allah SWT dari semua itu). Tuhan (Allah SWT) memperkenalkan “identitas-Nya” dengan tegas kepada seluruh umat manusia melalui firman-Nya dalam Al Qur’an, surat Al-Ikhlas (QS 112:1-4): (1) Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, (2) Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. (3) Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, (4) dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia". Itulah seruan Tuhan, singkat dan tegas. Ini agar semua manusia mudah memahaminya. Jika kita menengok pada Al-Kitab yang diimani umat kristen, hal ini senada dengan: Yohannes pasal 17 Ayat 3: "Inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka mengenal Engkau, Allah yang Esa, dan Yesus Kristus yang telah Engkau suruhkan itu". Di ayat ini ditegaskan bahwa: 1. Tuhan (Allah) adalah Esa, Tunggal, Satu. Tidak terdiri dari dua, tiga, atau lebih banyak lagi. 2. Yesus Kristus (Isa AS) adalah seseorang yang diutus/disuruh oleh Allah untuk menyampaikan wahyu/risalah/kitab kepada kaumnya. Oleh karena itu beliau disebut Nabi/Rasul, tidak berbeda dengan Nabi Adam AS, Musa AS, atau Muhammad SAW. Atau juga pada Ulangan Pasal 4 Ayat 35: "Maka kepadamulah ia itu ditunjuk, supaya diketahui olehmu bahwa Tuhan itulah Allah, dan kecuali Tuhan yang Esa tiadalah yang lain lagi". Di ayat ini ditegaskan bahwa: Yesus itu ditunjuk/disuruh oleh Allah SWT kepada kaum Israil/Yahudi, dengan maksud agar diketahui oleh kaum Israil bahwa Tuhan itu adalah Allah SWT, dan bahwa Allah itu satu, tidak ada yang lain lagi. Atau juga pada Markus Pasal 12 Ayat 29 (Perjanjian Baru): "Maka jawab Yesus kepadanya. Hukum yang terutama ialah: Dengarlah olehmu hai Israil, adapun Allah Tuhan kita, ialah Tuhan yang Esa." Di ayat ini diceritakan bahwa saat Yesus ditanya oleh kaumnya (bani Israil), beliau menegaskan bahwa Tuhan itu adalah Allah, yakni Tuhan yang Esa, benar-benar satu/tunggal. Atau juga pada Ulangan Pasal 6 Ayat 4 (Perjanjian Lama): "Dengarlah olehmu hai Israil, sesungguhnya Hua Allah kita, Hua itu Esa adanya." Di ayat ini Yesus juga mendakwahkan kepada kaumnya (bani Israil) bahwa sesungguhnya Allah, Tuhan kita semua, adalah Esa adanya. Dan masih banyak lagi ayat-ayat senada yang ditemukan dalam Al Kitab. Kata "Allah" juga lazim digunakan umat Kristen dan Yahudi sebagai terjemahan dari ho theos dalam Perjanjian Baru dan Septuagint; yang isinya antara lain meramalkan kedatangan Muhammad SAW sebagai Nabi Juru Selamat. Apakah Islam Mengakui Trinitas? Tentu Tidak. Allah SWT sangat melarang jika kita mempersekutukanNya dengan menyebut bahwa Tuhan terdiri dari beberapa unsur. Tuhan hanyalah ALLAH semata. Pandangan TRINITAS yang diimani umat Nasrani/Kristen adalah tindakan mempersekutukan Allah SWT, atau dikenal dengan (syirik) di mana merupakan dosa teramat besar, bahkan termasuk kufur/kafir. Balasannya adalah siksa Neraka yang kekal selama-lamanya. Sesuai dengan seruan Qur’an, dalam surat An Nisā (4:171): "Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu , dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, 'Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara." Allah SWT juga memperingatkan hal ini berulang-ulang dan dengan ancaman tegas dalam ayat-ayat lainnya dalam Al-Qur'an. Ini menunjukkan betapa pentingnya seluruh umat manusia memperhatikan firman-Nya tersebut untuk dipatuhi. Surat Al Maa’idah (5:72-75): (72) "Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun." (73) "Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih." (74) "Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (75) "Al Masih putera Maryam hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu)." Umat Muslim juga dilarang membuat gambaran berupa benda-benda untuk menggambarkan Tuhan, karena hal tersebut diharamkan dalam agama, di mana sama dengan penyembahan berhala. Tuhan tidak bisa dibagi menjadi dua, tiga atau banyak dimensi. Tidak bisa dibayangkan, tidak bisa diterka. Tuhan Maha Sempurna dan hanya bisa dilihat oleh orang-orang beriman pada saatnya nanti di Surga, amiin... insya Allah. Siapakah Muhammad SAW? Seluruh umat Muslim yakin dengan segenap hati bahwa Tuhan telah mengangkat Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul, yang menjadi rahmat bagi semesta alam. Allah menurunkan wahyu-Nya kepada beliau melalui perantaraan malaikat Jibril (Gabriel). “Dan tiadalah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” Qur'an surat Al Anbiya (21:107) Muhammad SAW adalah Nabi/Rasul terakhir yang diutus Tuhan, sesuai dengan yang disampaikan Al Qur’an pada surat Al-Ahzab (33:40). “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasul Allah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” Muhammad SAW, yang akrab dipanggil Rasulullah (Rasul Allah), lahir di Makkah pada tahun 570 Masehi, pada masa di mana Kristen belum sepenuhnya kukuh tertanam di Eropa. Ayahnya telah meninggal sebelum beliau dilahirkan. Beliau dibesarkan oleh pamannya yang merupakan pemuka Suku Quraish. Beranjak dewasa, dia terkenal karena kejujurannya, kedermawanannya, dan keramahannya. Muhammad SAW mempunyai perhatian dan keprihatinan yang begitu besar terhadap kemerosotan moral di wilayahnya. Oleh karena itu, beliau sering melakukan khalwat menyendiri di Gua Hira, sebuah gua di lereng Jabal al-Nur (Gunung Cahaya), pinggiran Kota Makkah. Dan di gua tersebut beliau menerima wahyu pertama dari Allah SWT. Bagaimana Muhammad SAW Menjadi Nabi Dan Pembawa Wahyu Tuhan? Sejak usia 40, Muhammad SAW mulai menerima wahyu pertama dari Allah SWT di Gua Hira, yang disampaikan melalui malaikat Jibril. Turunnya wahyu tidak datang sekaligus, melainkan berangsur-angsur, ayat demi ayat, sampai 23 tahun lamanya, dan di berbagai lokasi dan kondisi. Wahyu selengkapnya tersebut adalah apa yang kita kenal dengan Al-Qur’anul Karim. Kitab suci Al Qur'an tidak pernah berubah sedikitpun sampai sekarang. Hal ini terutama karena banyak umat Islam yang menghafalkannya, sejak zaman Nabi/Rasul. Dewasa ini, terdapat ribuan umat Islam yang hafal Al-Qur'an secara fasih. Segera setelah Nabi SAW menyampaikan wahyu kepada keluarga dan kaum di sekitarnya, mulai muncul para penentang yang melakukan intervensi. Dari hari ke hari intervensi itu semakin keras, sehingga beliau dan para pengikutnya yang belum seberapa banyak mengalami penderitaan yang sangat. Pada tahun 622 Masehi, turun wahyu Allah SWT yang memerintahkan Nabi Muhammad SAW dan pengikutnya untuk berhijrah. Hijrah atau bermigrasi, dilakukan dengan meninggalkan kota Makkah menuju Madinah, yang berjarak 260 mil ke utara—tahun tersebut kemudian dijadikan tahun pertama kalender Muslim, yang disebut Kalender Hijriyah (Hijri). Sekian tahun berlalu menetap di Madinah, Nabi SAW dan para pengikutnya yang telah semakin banyak dan kuat, kembali ke kota Makkah. Pada saat itulah Islam mendapatkan kemenangan besar. Islam bergema gilang gemilang dengan penuh suka cita. Nabi SAW dan para sahabat mengampuni semua orang yang pernah memusuhinya. Dan pada saat itu juga Islam kukuh sebagai agama yang sempurna, sebagaimana ayat (wahyu) yang terakhir yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW dalam surat Al-Maa’idah (5:3): “... Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku kepadamu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu ....” Sebelum Rasulullah SAW meninggal pada usia 63 tahun, sebagian besar Jazirah Arab sudah memeluk Islam. Satu abad setelah meninggalnya beliau, Islam sudah menyebar ke Barat sampai di Spanyol, dan ke wilayah Timur sampai di China.