berbagi berita bahagia

Contoh dokumen Kurikulum 2013

20141017

Contoh dokumen Kurikulum 2013

Pengemba ngan Dokumen 1 MI dalam Konteks Kurikulum 2013 (Titik Harsiati) Pengantar Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri atas pulau besar dan kecil yang berjumlah sekitar 17.500. Penduduk Indonesia berdasarkan pada Sensus Penduduk tahun 2010 berjumlah lebih dari 238 juta jiwa. Selain populasinya yang relatif padat, Indonesia juga memiliki berbagai keragaman. Keragaman yang menjadi karakteristik dan keunikan Indonesia antara lain dari segi geografis, potensi sumber daya, ketersediaan sarana dan prasarana, latar belakang dan kondisi sosial budaya, dan berbagai keragaman lainnya yang terdapat di setiap daerah. Sebagai akibat turunannya, keragaman tersebut selanjutnya melahirkan tingkatan kebutuhan dan tantangan pengembangan yang berbeda antar daerah dalam rangka meningkatkan mutu dan mencerdaskan kehidupan masyarakat di setiap daerah. Terkait dengan pembangunan pendidikan, masing-masing daerah memerlukan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik daerah. Begitu pula halnya dengan kurikulum sebagai jantungnya pendidikan perlu dikembangkan dan diimplementasikan secara kontekstual untuk merespon kebutuhan daerah, satuan pendidikan, dan peserta didik. Hal tersebut sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional berikut. 1. Pasal 36 Ayat (2) menyebutkan bahwa kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. 2. Pasal 36 Ayat (3) menyebutkan bahwa kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: (a) peningkatan iman dan takwa; (b) peningkatan akhlak mulia; (c) peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat peserta didik; (d) keragaman potensi daerah dan lingkungan; (e) tuntutan pembangunan daerah dan nasional; (f) tuntutan dunia kerja; (g) perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni; (h) agama; (i) dinamika perkembangan global; dan (j) persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. 3. Pasal 38 Ayat (2) mengatur bahwa kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah. Dari amanat undang-undang tersebut ditegaskan : 1.Kurikulum dikembangkan secara berdiversifikasi dengan maksud agar memungkinkan penyesuaian program pendidikan pada satuan pendidikan dengan kondisi dan kekhasan potensi yang ada di daerah tertentu serta peserta didik; dan 2. Kurikulum dikembangkan dan dilaksanakan di tingkat satuan pendidikan. Peran dan tanggung jawab dalam tata kelola kurikulum nampak pada tabel 01 berikut. Tabel 01: Peran dan Tanggung-jawab dalam Tata Kelola Kurikulum 2013 Tahap Uraian Kegiatan Pemerintah Pusat (kemendikbud) Menyusun SKL, Standar Proses, Standar Penilaian , Standar Isi (Menyusun KI/ KD), struktur kurikulum, Memfasilitasi silabus, panduan pelaksanaan, penilaian, pendampingan, monitoring Menyusun Buku siswa dan Buku Guru Melakukan pendampingan dan Monev Pemerintah Daerah Mengembangkan Mulok . Memfasilitasi pendampingan Memfasilitasi dan melaksanakan monev Satuan Pendidikan Membuat kurikulum sekolah/ madrasah dokumen 1 berdasarkan Permendikbud 81A tahun 2013 Memfasilitasi kepala madrasah dalam membuat rencana supervisi dan monitoring pelaksanaan kurikulum. Memfalisitasi guru menyusun RPP sesuai Kurikulum 2013 Memfasilitasi implementasi di kelas Menyusun laporan hasil kunjungan kelas. Mengoordinasikan pelaksanaan penilaian Guru Menganalisis KI/ KD, silabus untuk dipetakan sesuai alokasi waktu di sekolah masing-masing Menyusun RPP, instrumen penilaian, dan mengembangkan media yang sesuai Melaksanakan RPP di kelas Memantau hasil belajar siswa baik sikap, pengetahuan, dan keterampilan Memetakan hasil belajar siswa di madrasah binaannya Beberapa istilah yang perlu dipahami bersama dalam penyusunan dokumen 1 Kurikulum madrasah 2013 adalah sebagai berikut: 1. Visi madrasah merupakan cita-cita bersama pada masa mendatang dari warga madrasah , yang dirumuskan berdasarkan masukan dari seluruh warga madrasah . 2. Misi merupakan sesuatu yang harus diemban atau harus dilaksanakan sebagai penjabaran visi yang telah ditetapkan dalam kurun waktu tertentu untuk menjadi rujukan bagi penyusunan program pokok madrasah , baik jangka pendek dan menengah maupun jangka panjang, dengan berdasarkan masukan dari seluruh warga satuan pendidikan. 3. Tujuan pendidikan madrasah merupakan gambaran tingkat kualitas yang akan dicapai oleh setiap madrasah dengan mengacu pada karakteristik dan/atau keunikan setiap satuan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 4. Pengembangan diri merupakan kegiatan yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkandan mengekspresikan diri melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. 5. Dokumen 1 Kurikulum Madrasah 2013 adalah pedoman umum tentang pokok-pokok kegiatan kependidikan di madrasah yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan berdasarkan peraturan dalam Kurikulum 2013. Pada Permendikbud 81 A dokumen 1 Kurikulum masih disebut KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Dokumen 1 Kurikulum Madrasah 2013 terdiri atas 4 bagian pokok berikut Bagian 1: visi, misi, tujuan satuan pendidikan Bagian 2: muatan kurikulum (nasional, daerah, dan kekhasan satuan pendidikan) Bagian 3: pengaturan beban belajar Bagian 4: kalender pendidikan Lampiran dokumen 1 ada dua bagian pokok yaitu silabus muatan lokal, RPP, dan panduan penyelenggaraan ekstrakurikuler. Komponen Dokumen 1 pada Kurikulum Madrasah Dokumen 1 pada Kurikulum Madrasah 2013 berisi empat bagian, yaitu; A. Visi, Misi, dan Tujuan Pendidikan Satuan Pendidikan Pada bagian pertama Dokumen 1 berisi tiga hal yaitu (a) visi yang mendeskripsikan cita-cita yang hendak dicapai oleh satuan pendidikan, (b) misi mendeskripsikan indikator-indikator yang harus dilakukan melalui rencana tindakan dalam mewujudkan visi satuan pendidikan, dan (c) tujuan pendidikan mendeskripsikan hal-hal yang perlu diwujudkan sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan. B. Muatan Kurikulum Muatan kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan tertentu. Materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri merupakan bagian dari muatan kurikulum. Muatan kurikulum pada Dokumen 1 Kurikulum terdiri atas muatan kurikulum pada tingkat nasional, muatan kurikulum pada tingkat daerah, dan muatan kekhasan satuan pendidikan. Muatan kurikulum pada jenjang MI dipaparkan berikut. Mata Pelajaran dalam Struktur Kurikulum 2013 pada jenjang MI Kompetensi dasar matapelajaran dirumuskan untuk mencapai kompetensi inti. Rumusan kompetensi dasar dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu mata pelajaran. Kompetensi dasar dibagi menjadi empat kelompok sesuai dengan pengelompokkan kompetensi inti sebagai berikut: 1. kelompok 1: kelompok kompetensi dasar sikap spiritual dalam rangka menjabarkan KI-1; 2. kelompok 2: kelompok kompetensi dasar sikap sosial dalam rangka menjabarkan KI-2; 3. kelompok 3: kelompok kompetensi dasar pengetahuan dalam rangka menjabarkan KI-3; dan 4. kelompok 4: kelompok kompetensi dasar keterampilan dalam rangka menjabarkan KI-4. Matapelajaran berkaitan dengan muatan kurikulum pada kurikulum tingkat nasional, muatan tngkat daerah, dan muatan berdasarkan kekhsan satuan pendidikan. Muatan nasional: (a) untuk SD/MI mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 67 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SD/MI, (b) untuk SMP/MTs mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 68 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMP/MTs, dan (c) untuk SMA/MA mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 69 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMA/MA; dan (d) untuk SMK/MAK mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 70 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMK/MAK; Muatan kurikulum pada tingkat daerah yang dimuat dalam dokumen 1 terdiri atas sejumlah bahan kajian dan pelajaran dan/atau mata pelajaran muatan lokal yang ditentukan oleh daerah yang bersangkutan. Penetapan muatan lokal didasarkan pada kebutuhan dan kondisi setiap daerah, baik untuk provinsi maupun kabupaten/kota. Muatan lokal yang berlaku untuk seluruh wilayah provinsi ditetapkan dengan peraturan gubernur. Begitu pula halnya, apabila muatan lokal yang berlaku untuk seluruh wilayah kabupaten/kota ditetapkan dengan peraturan bupati/walikota. Muatan kekhasan satuan pendidikan berupa bahan kajian dan pelajaran dan/atau mata pelajaran muatan lokal serta program kegiatan yang ditentukan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta didikBerdasarkan kompetensi inti disusun matapelajaran dan alokasi waktu yang sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan. Susunan matapelajaran dan alokasi waktu untuk Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah sebagaimana tabel berikut. Struktur Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah (MI) MATA PELAJARAN ALOKASI WAKTU BELAJAR PER-MINGGU I II III IV V VI Kelompok A 1. Pendidikan Agama Islam a. Al-Qur’an Hadis 2 2 2 2 2 2 b. Akidah Akhlak 2 2 2 2 2 2 c. Fikih 2 2 2 2 2 2 d. Sejarah Kebudayaan Islam - - 2 2 2 2 2. Pendidikan Pancasila dan Kewarga negaraan 5 5 6 5 5 5 3. Bahasa Indonesia 8 9 10 7 7 7 4. Bahasa Arab 2 2 2 2 2 2 5. Matematika 5 6 6 6 6 6 6. Ilmu Pengetahuan Alam - - - 3 3 3 7. Ilmu Pengetahuan Sosial - - - 3 3 3 Kelompok B 1. Seni Budaya dan Prakarya 4 4 4 5 5 5 2. Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan 4 4 4 4 4 4 Jumlah Alokasi Waktu Per Minggu 34 36 40 43 43 43 Keterangan: o Mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya dapat memuat Bahasa Daerah.Selain kegiatan intrakurikuler seperti yang tercantum di dalam struktur kurikulum di atas, terdapat pula kegiatan ekstrakurikuler Madrasah Ibtidaiyah antara lain Pramuka (Wajib), Usaha Kesehatan Sekolah, Kegiatan Rohani Islam (Rohis) dan lain sebagainya. o Kegiatan ekstra kurikuler yaitu, Pramuka (utama), Unit Kesehatan Madrasah, Palang Merah Remaja, Kegiatan Rohani Islam (Rohis),Olahraga,Kesenian,Karya Ilmiah Remaja, Olimpiade dan yang lainnya adalah dalam rangka mendukung pembentukan kepribadian, kepemimpinan dan sikap sosial peserta didik, terutamanya adalah sikap peduli. Di samping itu juga dapat dipergunakan sebagai wadah dalam penguatan pembelajaran berbasis pengamatan maupun dalam usaha memperkuat kompetensi keterampilannya dalam ranah konkrit. Dengan demikian kegiatan ekstra kurikuler ini dapat dirancang sebagai pendukung kegiatan kurikuler. o Mata pelajaran Kelompok A adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat. Mata pelajaran Kelompok B yang terdiri atas mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya serta Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat dan dilengkapi dengan konten lokal yang dikembangkan oleh pemerintah daerah. o Bahasa Daerah sebagai muatan lokal dapat diajarkan secara terintegrasi dengan mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya atau diajarkan secara terpisah apabila daerah merasa perlu untuk memisahkannya. Satuan pendidikan dapat menambah jam pelajaran per minggu sesuai dengan kebutuhan satuan pendidikan tersebut. o Sebagai pembelajaran tematik terpadu, angka jumlah jam pelajaran per minggu untuk tiap mata pelajaran adalah relatif. Guru dapat menyesuaikannya sesuai kebutuhan peserta didik dalam pencapaian kompetensi yang diharapkan. o Jumlah alokasi waktu jam pembelajaran setiap kelas merupakan jumlah minimal yang dapat ditambah sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Struktur Kurikulum Madrasah Tsanawiyah (MTs) Berdasarkan kompetensi inti disusun mata pelajaran dan alokasi waktu yang sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan. Susunan mata pelajaran dan alokasi waktu untuk Madrasah Tsanawiyah sebagaimana tabel berikut. Tabel : Mata Pelajaran Madrasah Tsanawiyah MATA PELAJARAN ALOKASI WAKTU BELAJAR PER MINGGU VII VIII IX Kelompok A 1. Pendidikan Agama Islam a. Al-Qur’an Hadis 2 2 2 b. Akidah Akhlak 2 2 2 c. Fiqih 2 2 2 d. Sejarah Kebudayaan Islam 2 2 2 2. Pedidikan Pancasila dan Kewarga negaraan 3 3 3 3. Bahasa Indonesia 6 6 6 4. Bahasa Arab 3 3 3 5. Matematika 5 5 5 6. Ilmu Pengetahuan Alam 5 5 5 7. Ilmu Pengetahuan Sosial 4 4 4 8. Bahasa Inggris 4 4 4 Kelompok B 1. Seni Budaya 3 3 3 2. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 3 3 3 3. Prakarya 2 2 2 Jumlah Alokasi Waktu Per Minggu 46 46 46 Keterangan: • Mata pelajaran Seni Budaya dapat memuat Bahasa Daerah. Selain kegiatan intrakurikuler seperti yang tercantum di dalam struktur kurikulum diatas, terdapat pula kegiatan ekstrakurikuler Madrasah Tsanawiyah antara lain Pramuka (Wajib), Usaha Kesehatan Sekolah, dan Palang Merah Remaja dan lain sebagainya. • Kegiatan ekstra kurikule, yaitu; Pramuka (utama), Unit Kesehatan Sekolah, Palang Merah Remaja, Badan Kegiatan Rohani Islam (Rohis) dan yang lainnya adalah dalam rangka mendukung pembentukan sikap kepribadian, kepemimpinan dan sikap sosial peserta didik, terutamanya adalah sikap peduli. Disamping itu juga dapat dipergunakan sebagai wadah dalam penguatan pembelajaran berbasis pengamatan maupun dalam usaha memperkuat kompetensi keterampilannya dalam ranah konkrit. Dengan demikian kegiatan ekstra kurikuler ini dapat dirancang sebagai pendukung kegiatan kurikuler. • Mata pelajaran Kelompok A adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat. Mata pelajaran Kelompok B yang terdiri atas mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya serta Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat dan dilengkapi dengan muatan lokal yang dikembangkan oleh Pemerintah Daerah. • Bahasa Daerah sebagai muatan lokal dapat diajarkan secara terintegrasi dengan mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya atau diajarkan secara terpisah apabila daerah merasa perlu untuk memisahkannya. Satuan pendidikan dapat menambah jam pelajaran per minggu sesuai dengan kebutuhan satuan pendidikan tersebut. • Sebagai pembelajaran tematik terpadu, angka jumlah jam pelajaran per minggu untuk tiap mata pelajaran adalah relatif. Guru dapat menyesuaikannya sesuai kebutuhan peserta didik dalam pencapaian kompetensi yang diharapkan. • Jumlah alokasi waktu jam pembelajaran setiap kelas merupakan jumlah minimal yang dapat ditambah sesuai dengan kebutuhan peserta didik. • Muatan pembelajaran di Madrasah Tsanawiyah yang berbasis pada konsep-konsep terpadu dari berbagai disiplin ilmu untuk tujuan pendidikan adalah mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). • Pada hakikatnya IPA dan IPS dikembangkan sebagai mata pelajaran dalam bentuk integrated sciences dan integrated social studies. Muatan IPA berasal dari disiplin Biologi, Fisika, dan Kimia, sedangkan muatan IPS berasal dari Sejarah, Ekonomi, Geografi, dan Sosiologi. Kedua mata pelajaran tersebut merupakan program pendidikan yang berorientasi aplikatif, pengembangan kemampuan berpikir, kemampuan belajar, rasa ingin tahu, dan pengembangan sikap peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sosial dan alam. • Tujuan pendidikan IPS menekankan pada pemahaman tentang bangsa, semangat kebangsaan, patriotisme, dan aktivitas masyarakat di bidang ekonomi dalam ruang atau space wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. • Tujuan pendidikan IPA menekankan pada pemahaman tentang lingkungan dan alam sekitar beserta kekayaan yang dimilikinya yang perlu dilestarikan dan dijaga dalam perspektif biologi, fisika, dan kimia. Integrasi berbagai konsep dalam mata pelajaran IPA dan IPS menggunakan pendekatan trans-disciplinarity di mana batas-batas disiplin ilmu tidak lagi tampak secara tegas dan jelas, karena konsepkonsep disiplin ilmu berbaur dan/atau terkait dengan permasalahanpermasalahan yang dijumpai di sekitarnya. Kondisi tersebut memudahkan pembelajaran IPA dan IPS menjadi pembelajaran yang kontekstual. • Pembelajaran IPS diintegrasikan melalui konsep ruang, koneksi antarruang, dan waktu. Ruang adalah tempat di mana manusia beraktivitas, koneksi antarruang menggambarkan mobilitas manusia antara satu tempat ke tempat lain, dan waktu menggambarkan masa di mana kehidupan manusia itu terjadi. • Pembelajaran IPA diintegrasikan melalui konten biologi, fisika, dan kimia. Pengintegrasian dapat dilakukan dengan cara connected, yakni pembelajaran dilakukan pada konten bidang tertentu (misalnya fisika), kemudian konten bidang lain yang relevan ikut dibahas. Misalnya saat mempelajari suhu (konten fisika), pembahasannya dikaitkan dengan upaya makhluk hidup berdarah panas mempertahankan suhu tubuh (konten biologi), serta senyawa yang digunakan di dalam sistem Air Condition (konten kimia). C. Pengaturan Beban Belajar Beban belajar dalam diatur dalam bentuk sistem paket atau sistem kredit semester. a. Sistem Paket Beban belajar dengan sistem paket sebagaimana diatur dalam struktur kurikulum setiap satuan pendidikan merupakan pengaturan alokasi waktu untuk setiap mata pelajaran yang terdapat pada semester gasal dan genap dalam satu tahun ajaran. Beban belajar pada sistem paket terdiri atas pembelajaran tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri. b. Sistem Kredit Semester Sistem Kredit Semester (SKS) diberlakukan hanya untuk SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK. Beban belajar setiap mata pelajaran pada SKS dinyatakan dalam satuan kredit semester (sks). Beban belajar 1 (satu) sks terdiri atas 1 (satu) jam pembelajaran tatap muka, 1 (satu) jam penugasan terstruktur, dan 1 (satu) jam kegiatan mandiri. Beban belajar tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri. a. Sistem Paket Beban belajar penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri pada satuan pendidikan yang menggunakan Sistem Paket yaitu 0%-40% untuk SD/MI, 0%-50% untuk SMP/MTs, dan 0%-60% untuk SMA/MA/SMK/MAK dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. Pemanfaatan alokasi waktu tersebut mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi. b. Sistem Kredit Beban belajar tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri pada satuan pendidikan yang menggunakan Sistem Kredit Semester (SKS) mengikuti aturan sebagai berikut: • Satu sks pada SMP/MTs terdiri atas: 40 menit tatap muka, 20 menit penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri. • Satu sks pada SMA/MA/SMK/MAK terdiri atas: 45 menit tatap muka dan 25 menit penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri. Beban Belajar Madrasah Ibtidaiyah Beban belajar merupakan keseluruhan kegiatan yang harus diikuti peserta didik dalam satu minggu, satu semester, dan satu tahun pembelajaran. 1. Beban belajar di Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah dinyatakan dalam jam pembelajaran per minggu. a. Beban belajar satu minggu Kelas I adalah 30 jam pembelajaran. b. Beban belajar satu minggu Kelas II adalah 32 jam pembelajaran. c. Beban belajar satu minggu Kelas III adalah 34 jam pembelajaran. d. Beban belajar satu minggu Kelas IV, V, dan VI adalah 36 jam pembelajaran. Durasi setiap satu jam pembelajaran adalah 35 menit. 2. Beban belajar di Kelas I, II, III, IV, dan V dalam satu semester paling sedikit 18 minggu dan paling banyak 20 minggu. 3. Beban belajar di kelas VI pada semester ganjil paling sedikit 18 minggu dan paling banyak 20 minggu. 4. Beban belajar di kelas VI pada semester genap paling sedikit 14 minggu dan paling banyak 16 minggu. 5. Beban belajar dalam satu tahun pelajaran paling sedikit 36 minggu dan paling banyak 40 minggu. D. Kalender Pendidikan Kurikulum pada satuan pendidikan pada setiap jenis dan jenjangdiselenggarakan dengan mengikuti kalender pendidikan. Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif, dan hari libur. 1. Permulaan Waktu Pelajaran Permulaan waktu pelajaran di setiap satuan pendidikan dimulai pada setiap awal tahun pelajaran. 2. Pengaturan Waktu Belajar Efektif a. Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran di luar waktu libur untuk setiap tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan. b. Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu yang meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran termasuk muatan lokal (kurikulum tingkat daerah), ditambah jumlah jam untuk kegiatan lain yang dianggap penting oleh satuan pendidikan. 3. Pengaturan Waktu Libur Penetapan waktu libur dilakukan dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku tentang hari libur, baik nasional maupun daerah. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional, dan hari libur khusus. Alokasi waktu minggu efektif belajar, waktu libur, dan kegiatan lainnya tertera pada bagan sebagai berikut; No KEGIATAN ALOKASI WAKTU KETERANGAN 1. Minggu efektif belajar Minimum 34 minggu dan maksimum 38 minggu Digunakan untuk kegiatan pembelajaran efektif pada setiap satuan pendidikan 2. Jeda tengah semester Maksimum 2 minggu Satu minggu setiap semester 3. Jeda antar semester Maksimum 2 minggu Antara semester I dan II 4. Libur akhir tahun pelajaran Maksimum 3 minggu Digunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun pelajaran 5. Hari libur keagamaan 2 – 4 minggu Daerah khusus yang memerlukan libur keagamaan lebih panjang dapat mengaturnya sendiri tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu 6. Hari libur umum/nasional Maksimum 2 minggu Disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah 7. Hari libur khusus Maksimum 1 minggu Untuk satuan pendidikan sesuai dengan ciri kekhususan masing-masing 8. Kegiatan khusus madrasah Maksimum 3 minggu Digunakan untuk kegiatan yang diprogramkan secara khusus oleh madrasah tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif Mekanisme Penyusunan Kurikulum Madrasah PenyusunanDokumen 1 kurikulum madrasah merupakan bagian dari kegiatan perencanaan madrasah. Kegiatan ini dapat berbentuk rapat kerja dan/atau lokakarya danatau kelompok madrasah yang diselenggarakan sebelum tahun pelajaran baru. Tahap kegiatan penyusunan Dokumen 1 kurikulum madrasah secara garis besar meliputi: perumusan visi dan misi berdasarkan analisis konteks dengan tetap mempertimbangkan keunggulan dan kebutuhan nasional dan daerah; penyiapan dan penyusunan draf; reviu, revisi, dan finalisasi; pemantapan dan penilaian; serta pengesahan. Langkah yang lebih rinci dari masing-masing kegiatan diatur dan diselenggarakan oleh tim pengembang kurikulum madrasah . Contoh KTSP dokumen 1 dalam konteks Kurikulum 2013 DAFTAR ISI Hal Lembar Pengesahan Kata Pengantar i Daftar Isi ii I. PENDAHULUAN A. Rasional 1 B. Landasan 1 D. Prinsip Pengembangan 4 II.VISI, MISI, DAN TUJUAN PENDIDIKAN A. Visi, Misi, dan Tujuan B. Tujuan Pendidikan Dasar III. MUATAN KURIKULUM Mata Pelajaran Muatan Lokal Ekstrakurikuler IV.BEBAN BELAJAR V. KALENDER PENDIDIKAN V. PENUTUP LAMPIRAN 1. Panduan Program Ekstrakurikuler 2. Silabus mulok dan BTQ (menyatu dengan tubuh dokumen 1) 3. KI/ KD dan RPP Fikih 4. KI/ KDSKI dan RPP SKI 5. KI/ KD Quran Hadist dan RPP 6. KI/ KD dan RPP Akidah Ahlak 7. KI/ KDdan RPP Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) 8. KI/ KDdan RPP Bahasa Indonesia 9. KI/ KDdan RPP Bahasa Inggris 10. KI/ KDdan RPP Matematika 11. KI/ KDdan RPP Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) 12. KI/ KDdan RPP Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) 13. KI/ KDdan RPP Seni Budaya 14. KI/ KDdan RPP Pend. Jasmani (Penjas) 15KI/ KD dan RPP Prakarya 16. Silabus dan RPP Mata Pelajaran Mulok (Bahasa Jawa dan BTQ) Catatan lampiran 3 -15 bisa dibendel terpisah supaya bisa dimaksimalkan oleh guru mata pelajaran KURIKULUM MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI TEMPEL KAB.SLEMAN I. PENDAHULUAN A. Rasional Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 36 Ayat (2) menyebutkan bahwa kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. Juga pasal 36 Ayat (3) menyebutkan bahwa kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: (a) peningkatan iman dan takwa; (b) peningkatan akhlak mulia; (c) peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat peserta didik; (d) keragaman potensi daerah dan lingkungan; (e) tuntutan pembangunan daerah dan nasional; (f) tuntutan dunia kerja; (g) perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni; (h) agama; (i) dinamika perkembangan global; dan (j) persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. Terkait dengan pembangunan pendidikan, masing-masing daerah memerlukan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik daerah. Begitu pula halnya dengan kurikulum sebagai jantungnya pendidikan perlu dikembangkan dan diimplementasikan secara kontekstual untuk merespon kebutuhan daerah, satuan pendidikan, dan peserta didik. Hal tersebut sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 ayat tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 38 Ayat (2) mengatur bahwa kurikulum pendidikan dasar dan menengahdikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah. Kewenangan sekolah/ madrasah dalam menyusun kurikulum memungkinkan sekolah/ madrasah menyesuaikan dengan tuntutan kebutuhan siswa,keadaan sekolah,dan kondisi daerah. Dengan demikian,daerah dan atau sekolah memiliki cukup kewenangan untuk merancang dan menentukan hal-hal yang akan diajarkan,pengelolaan pengalaman belajar,cara mengajar,dan menilai keberhasilan belajar mengajar. Dari amanat undang-undang tersebut ditegaskan bahwakurikulum dikembangkan secara berdiversifikasi dengan maksud agar memungkinkan penyesuaian program pendidikan pada satuan pendidikan dengan kondisi dan kekhasan potensi yang ada di daerah tertentu serta peserta didik. Selain itu, kurikulum dikembangkan dan dilaksanakan di tingkat satuan pendidikan. Dengan diberlakukannya Kurikulum 2013 beberapa hal berubah dan MIN Tempel perlu menyusun Dokumen 1 Kurikulum MIN Tempel berdasarkan peraturan dalam Kurikulum 2013. Hal ini diperlukan sebagai pedoman operasional semua warga madrasah dalam mencapai tujuan pendidikan yang akan dicapai MIN Tempel. B.Landasan Hukum Pengembangan dokumen 1 Kurikulum MIN Tempel ini mengacu pada peraturan berikut. 1. Undang-undang Dasar 1945 2. Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) 3. PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan 4. Permendikbud Nomor 81A 2013 yang berisi landasan implementasi kurikulum 2013 pada SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK 5. Permendikbud Nomor 67 Tahun 2013 tentang Kompetensi dasar SD/MI 6. Permendikbud Nomor 54 tahun 2013 tentang SKL 7. Permenag Nomor tahun 2013 tentang KI-KD Mata Pelajaran Agama Islam dan Bahsa Arab C.Mekanisme Penyusunan dan Prinsip Penyusunan Penyusunan Dokumen 1 kurikulum madrasah merupakan bagian dari kegiatan perencanaan madrasah . Kegiatan ini dapat berbentuk rapat kerja dan/atau lokakarya madrasah dan/atau kelompok madrasah yang diselenggarakan dalam jangka waktu sebelum tahun pelajaran baru. Tahap kegiatan penyusunan Dokumen 1 kurikulum madrasah secara garis besar meliputi: penyiapan dan penyusunan draf, reviu dan revisi, serta finalisasi, pemantapan dan penilaian. Langkah yang lebih rinci dari masing-masing kegiatan diatur dan diselenggarakan oleh tim penyusun. Berdasarkan uraian di atas, Madrasah Ibtidaiyah Negeri Tempel menyusun dokumen 1 Kurikulum madrasah yang mencakup (a) visi, misi, dan tujuan, (b) muatan kurikulum madrasah, (c) beban belajar, dan (d) kalender pendidikan. Selain itu, disusun juga pada lampiran dokumen 1 Kurikulum MIN Tempel sebuah panduan ekstrakurikuler. Dalam menyusun Dokumen 1 kurikulum MIN Tempel dengan memperhatikan prinsip-prinsip berikut. 1)Peningkatan Iman, Takwa, dan Akhlak Mulia Iman, takwa, dan akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. Kurikulum di tingkat madrasah disusun agar semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman, takwa, dan akhlak mulia. 2) Kebutuhan Kompetensi Masa Depan Kemampuan peserta didik yang diperlukan yaitu antara lain kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis dan kreatif dengan mempertimbangkan nilai dan moral Pancasila agar menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggungjawab, toleran dalam keberagaman, mampu hidup dalam masyarakat global, memiliki minat luas dalam kehidupan dan kesiapan untuk bekerja, kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya, dan peduli terhadap lingkungan. Kurikulum harus mampu menjawab tantangan ini sehingga perlu mengembangkan kemampuan-kemampuan ini dalam proses pembelajaran. 3) Peningkatan Potensi, Kecerdasan, dan Minat Pendidikan merupakan proses sistematik untuk meningkatkan martabat manusia secara holistik yang memungkinkan potensi diri (afektif, kognitif, psikomotor) berkembang secara optimal. Sejalan dengan itu, kurikulum disusun dengan memperhatikan potensi, tingkat perkembangan, minat, kecerdasan intelektual, emosional, sosial, spritual, dan kinestetik peserta didik. 4) Keragaman Potensi dan Karakteristik Daerah dan Lingkungan Daerah memiliki keragaman potensi, kebutuhan, tantangan, dan karakteristik lingkungan. Masing-masing daerah memerlukan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik daerah dan pengalaman hidup sehari-hari. Oleh karena itu, kurikulum perlu memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan daerah. 5) Tuntutan Pembangunan Daerah dan Nasional Dalam era otonomi dan desentralisasi, kurikulum adalah salah satu media pengikat dan pengembang keutuhan bangsa yang dapat mendorong partisipasi masyarakat dengan tetap mengedepankan wawasan nasional. Untuk itu, kurikulum perlu memperhatikan keseimbangan antara kepentingan daerah dan nasional. 6) Tuntutan Dunia Kerja Kegiatan pembelajaran harus dapat mendukung tumbuh kembangnya pribadi peserta didik yang berjiwa kewirausahaan dan mempunyai kecakapan hidup. Oleh sebab itu, kurikulum perlu memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja. Hal ini sangat penting terutama bagi satuan pendidikan kejuruan dan peserta didik yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. 7)Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni Pendidikan perlu mengantisipasi dampak global yang membawa masyarakat berbasis pengetahuan di mana IPTEKS sangat berperan sebagai penggerak utama perubahan. Pendidikan harus terus menerus melakukan adaptasi dan penyesuaian perkembangan IPTEKS sehingga tetap relevan dan kontekstual dengan perubahan. Oleh karena itu, kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. 8)Agama Kurikulum dikembangkan untuk mendukung peningkatan iman, taqwa, serta akhlak mulia dan tetap memelihara toleransi dan kerukunan umat beragama. Oleh karena itu, muatan kurikulum semua mata pelajaran ikut mendukung peningkatan iman, takwa, dan akhlak mulia. 9) Dinamika Perkembangan Global Kurikulum menciptakan kemandirian, baik pada individu maupun bangsa, yang sangat penting ketika dunia digerakkan oleh pasar bebas. Pergaulan antarbangsa yang semakin dekat memerlukan individu yang mandiri dan mampu bersaing serta mempunyai kemampuan untuk hidup berdampingan dengan suku dan bangsa lain. 10) Memperkokoh Persatuan Nasional dan Nilai-Nilai Kebangsaan Kurikulum diarahkan untuk membangun karakter dan wawasan kebangsaan peserta didik yang menjadi landasan penting bagi upaya memelihara persatuan dan kesatuan bangsa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh karena itu, kurikulum harus menumbuhkembangkan wawasan dan sikap kebangsaan serta persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam wilayah NKRI. 11) Kondisi Sosial Budaya Masyarakat Setempat Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. Penghayatan dan apresiasi pada budaya setempat ditumbuhkan terlebih dahulu sebelum mempelajari budaya dari daerah dan bangsa lain. 12) Kesetaraan Jender Kurikulum diarahkan kepada pengembangan sikap dan perilaku yang berkeadilan dengan memperhatikan kesetaraan jender. 13) Karakteristik Satuan Pendidikan Kurikulum dikembangkan sesuai dengan kondisi dan ciri khas satuan pendidikan. BAB II VISI, MISI,DAN TUJUAN Untuk mencapai tujuan pendidikan MIN Tempel merumuskan visi misinya sebagai berikut : 1. Visi Terwujudnya pendidikan dasar yang berkualitas, Islami, berakhlak mulia, menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, mencintai lingkungan dan tanah airnya 2. Misi a. Mewujudkan proses belajar mengajar dan bimbingan secara aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan dengan pendekatan saintifik untuk mencapai KI spiritual, KI sikap sosial, KI pengetahuan, dan KI keterampilan. b. Mewujudkan penghayatan, keterampilan dan pengamalan terhadap ajaran agama Islam menuju terbentuknya insan yang beriman dan bertakwa. c. Mewujudkan pendidikan yang demokratis, berahlakul karimah, cerdas, sehat, distplin dan bertanggung jawab. d. Mewujudkan pendidikan yang berkepribadian dinamis, terampil, menguasai pengetahuan, teknologi, dan seni serta berkarakter. e. Membimbing siswa untuk dapat mengenal lingkungan sehingga memiliki jiwa sosial yang tinggi. 3. Tujuan Dengan berpedoman pada visi dan misi yang telah dirumuskan serta kondisi di madrasah tujuan madrasah yang ingin dicapai pada tahun pelajaran 2014/2015 adalah sebagai berikut . 1. Terwujudnya peserta didik yang meningkat pengetahuan, keterampilan, dan sikap sesuai dengan kompetensi inti 2. Terlaksananya proses belajar mengajar dan bimbingan secara aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan dengan pendekatan saintifik untuk mencapai KI spiritual, KI sikap sosial, KI pengetahuan, dan KI keterampilan pada kelas I dan IV. 3. Terlaksananya kegiatan pengembangan diri dalam bidang seni sehingga memiliki tim kesenian yang siap pakai, baik tingkat Madrasah, Kecamatan maupun Kabupaten 4. Meningkatnya milikipetugas upacara yang siap pakai. 5. Meningkatnya kegiatan keagamaan di lingkungan madrasah ; sholat dhuha,jamaah sholat zhuhur, tadarus Al quran, kaligrafi dan tartil Al quran. 6. Meningkatnya kegiatan kepedulian sosial di lingkungan madrasah, bhakti sosial dan Jum’at peduli. BAB III MUATAN KURIKULUM MIN TEMPEL Muatan kurikulum terdiri atas muatan kurikulum nasional, muatan kurikulum pada tingkat daerah/ muatan lokal, dan muatan kekhasan satuan pendidikan. Muatan Kurikulum di MIN Tempel disusun berdasarkan peraturan tentang muatan nasional, muatan daerah, dan muatan kekhasan madrasah. A. Muatan Nasional Pada Kurikulum 2013 kompetensi dasar mata pelajaran berfungsi untuk membentuk Kompetensi Inti. Kedudukan SKL, KI, dan KD mata pelajaran pada Kurikulum MIN Tempel mengikuti Permendikbud 54 Tahun 2013, 67 Tahun 2013 serta Permenag No. Tahun 2013. Sebagai anak tangga menuju ke kompetensi lulusan multidimensi, Kompetensi Inti juga memiliki multidimensi. Untuk kemudahan operasionalnya, kompetensi lulusan pada ranah sikap dipecah menjadi dua. Pertama, sikap spiritual yang terkait dengan tujuan pendidikan nasional membentuk peserta didik yang beriman dan bertakwa. Kedua, sikap sosial yang terkait dengan tujuan pendidikan nasional membentuk peserta didik yang berakhlak mulia, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab. Kompetensi Inti bukan untuk diajarkan melainkan untuk dibentuk melalui pembelajaran berbagai kompetensi dasar dari sejumlah mata pelajaran yang relevan. Dalam hal ini mata pelajaran diposisikan sebagai sumber kompetensi. Apapun yang diajarkan pada mata pelajaran tertentu pada suatu jenjang kelas tertentu hasil akhirnya adalah Kompetensi Inti yang harus dimiliki oleh peserta didik pada jenjang kelas tersebut. Tiap mata pelajaran harus mengacu pada Kompetensi Inti yang telah dirumuskan. Karena itu, semua mata pelajaran yang diajarkan dan dipelajari pada kelas tersebut harus berkontribusi terhadap pembentukan Kompetensi Inti. Kompetensi Inti akan menagih kepada tiap mata pelajaran apa yang dapat dikontribusikannya dalam membentuk kompetensi yang diharapkan dimiliki oleh peserta didik. Kompetensi Inti adalah pengikat berbagai kompetensi dasar yang harus dihasilkan dengan mempelajari tiap mata pelajaran serta berfungsi sebagai integrator horizontal antar mata pelajaran. Muatan nasional dalam Kurikulum Madrasah Tempel mengikuti Permendikbud nomor 67 Tahun 2013 dan Permenag Tahun 2013. Muatan nasional, muatan lokal, muatan kekhasan madrasah, dan ekstrakurikuler dirancang untuk mencapai SKL pada Permendikbud nomor 54 Tahun 2013. Kompetensi Inti yang akan dicapai dipaparkan berikut. Tabel Kompetensi Inti Madrasah Ibtidaiyah (MI) KOMPETENSI INTI KELAS I KOMPETENSI INTI KELAS II KOMPETENSI INTI KELAS III 1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya. 1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya. 1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya. 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru. 2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru. 2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru dan tetangganya. 3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah. 3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah. 3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah. 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia. 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia. 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia. Kompetensi Inti pada Kelas Tinggi KOMPETENSI INTI KELAS IV KOMPETENSI INTI KELAS V KOMPETENSI INTI KELAS VI 1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya 1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya. 1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya 2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya. 2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya serta cinta tanah air. 2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya serta cinta tanah air. 3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain. 3. Memahami pengetahuan faktual dan konseptual dengan cara mengamati dan mencoba berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain. 3. Memahami pengetahuan faktual dan konseptual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain. Mata Pelajaran dan Struktur Kurikulum Struktur Kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik pada satuan pendidikan dalam kegiatan pembelajaran.Susunan mata pelajaran tersebut terbagi dalam dua bagian yaitu bagian A dan bagian B. Struktur Kurikulum MIN Tempel meliputi substanbsi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama enam tahun mulai kelas I sampai dengan kelas VI. Struktur Kurikulum MIN Tempel dipaparkan pada tabel berikut. Mata Pelajaran dan Struktur Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah (MI) MATA PELAJARAN ALOKASI WAKTU BELAJAR PER-MINGGU I II III IV V VI Kelompok A 1. Pendidikan Agama Islam a. Al-Qur’an Hadis 2 2 2 2 2 2 b. Akidah Akhlak 2 2 2 2 2 2 c. Fikih 2 2 2 2 2 2 d. Sejarah Kebudayaan Islam - - 2 2 2 2 2. Pendidikan Pancasila dan Kewarga negaraan 5 5 6 5 5 5 3. Bahasa Indonesia 8 9 10 7 7 7 4. Bahasa Arab 2 2 2 2 2 2 5. Matematika 5 6 6 6 6 6 6. Ilmu Pengetahuan Alam - - - 3 3 3 7. Ilmu Pengetahuan Sosial - - - 3 3 3 Kelompok B 1. Seni Budaya dan Prakarya 3 4 4 5 5 5 2. Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan 3 4 4 4 4 4 3. Bahasa Jawa 2 2 2 2 2 2 4. BTQ 2 2 2 2 2 2 Jumlah Alokasi Waktu Per Minggu 36 38 42 45 45 45 Keterangan: o Pembelajaran mata pelajaran umum (selain agama) dilakukan dengan tematik terpadu o Di MIN Tempel Bahasa Daerah sebagai muatan lokal diajarkan terpisah dengan mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya dengan menambah jam. o Sebagai pembelajaran tematik terpadu, angka jumlah jam pelajaran per minggu untuk tiap mata pelajaran adalah relatif. Guru dapat menyesuaikannya sesuai kebutuhan peserta didik dalam pencapaian kompetensi yang diharapkan. o Selain kegiatan intrakurikuler seperti yang tercantum di dalam struktur kurikulum di atas, terdapat pula kegiatan ekstrakurikuler yang diatur pada lampiran dokumen 1 berupa panduan kegiatan ekstra kurikuler pada lampiran B. Muatan Lokal dan Muatan Kekhasan Satuan Pendidikan Pengembangan mata pelajaran muatan nasional sesuai dengan Permendikbud 67 Tahun 2013. Penambahan muatan lokal bahasa Jawa dan BTQ sesuai Permendikbud 67 2013 bahwa satuan pendidikan dapat melaksanakan muatan lokal baik terintegrasi dengan Seni Budaya dan Prakarya atau dilaksanakan terpisah. Di MIN Tempel muatan lokal dilaksanakan secara terpisah dengan menambahkan jam pelajaran. Pada Permendikbud 67 2013 jam pelajaran Prakarya 3 dan Seni budaya 3 jam. Pada Kurikulum Tempel ditambahkan muatan lokal bahasa Jawa 2 jam sehingga pada struktur kurikulum dialokasikan jam Prakarya 3 jam dan Seni Budaya 3 jam. Selain itu, sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan diajarkan kitab kuning. Dengan demikian, MI Tempel menambah 2 jam pelajaran. Muatan Lokal di MIN Tempel ada dua jenis yaitu Bahasa Jawa dan BTQ (baca tulis Quran) . Tujuan Mulok diuraikan berikut. Tujuan mulok Bahasa Jawa adalah : 1) mengembangkan kemampuan dan keterampilan berkomunikasi siswa dengan menggunakan Bahasa Jawa. 2) meningkatkan kepekaan dan penghayatan terhadap karya satra Jawa. 3) memupuk tanggungjawab untuk melestarikan hasil kreasi budaya Jawa sebagai salah satu unsur kebudayaan nasional. Tujuan mulok BTQ adalah : 1) mengembangkan kemampuan dan keterampilan siswa dalam membaca dan menulis bacaan dalam Al Qur’an. 2) menumbuhkembangkan kegemaran siswa dalam membaca Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari C. Kegiatan Ekstrakurikuler Pengembangan diri dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler terdiri atas ekstrakurikuler wajib dan ekstrakurikuler pilihan. Ragam kegiatan ekstrakurikuler diuraikan berikut. Ekstrakurikuler Wajib Ekstrakurikuler wajib adalah kegiatan pramuka. Kegiatan ekstrakurikuler ini wajib diikuti siswa. Di samping itu siswa juga harus mendapatkan nilai memuaskan pada setiap semester. Nilai ekstrakurikuler wajib berpengaruh terhadap kenaikan kelas. Nilai di bawah memuaskan dalam dua semester mengharuskan peserta didik menempuh program khusus. Ekstrakurikuler Pilihan a) Membaca dan Menulis AlQuran Tujuan : 1. Peserta didik memiliki kemampuan membaca dan menulis Al Qur’an 2. Peserta didik menguasai ilmu tajwid 3. Peserta didik dapat memainkan alat musik marawis Pelaksanaan : Seni membaca dan menulis Alquran setiap hari Rabu Marawis setiap hari Sabtu Sistem Penilaian : 1. Bentuk Tagihan a. membaca dan menulis Al Qur’an b. menjawab pertanyaan tentang ilmu tajwid c. memainkan alat musik marawis 1) Paskibra Tujuan : 1. Peserta didik dapat menguasai kemampuan dasar baris berbaris 2. Peserta didik dapat menciptakan gerakan variasi 3. Peserta didik memiliki pengetahuan tentang kepemimpinan Pelaksanaan : setiap hari Minggu Sistem Penilaian : 1. Bentuk Tagihan a. Melakukan gerakan dasar baris berbaris b. Menampilkan gerakan variasi terbaru c. Mempraktikan kepemimpinan dalam baris berbaris 2) Palang Merah Remaja (PMR) Tujuan : 1. Mengenal ke-Palang Merah-an 2. Mampu membuat tandu 3. Memiliki kemampuan dasar keperawatan Pelaksanaan : setiap hari Minggu Sistem Penilaian : 1. Bentuk Tagihan a. Menjawab soal tertulis b. Praktek membuat tandu c. Praktek menangani peserta didik yang sakit di madrasah 2. Teknik Penilaian a. Akhir semester anggota PMR diuji dengan tes tertulis b. Setiap bulan anggota diuji dalam pembuatan tandu c. Setiap hari dipantau kemampuan anggota dalam menangani peserta didik yang sakit. 3) Kesenian/ Seni Musik Islami Tujuan : 1. Peserta didik dapat mempraktikkan seni musik 2. Peserta didik dapat berprestasi dalam bidang seni Islami 3. Peserta didik menghargai dan mengapresiasi seni Islami Pelaksanaan : setiap hari Sabtu, pukul. 11.00 – 12.00 Sistem Penilaian : penilaian dilakuan dengan teknik a. praktik b. meraih prestasi dalam setiap perlombaan 4) Dokter Kecil (untuk mengembangkan nilai-nilai peduli sosial) Tujuan : 1. mengembangkan nilai-nilai peduli sosial) 2. mengembangkan kesadaran hidup sehat sejak dini Pelaksanaan : hari Kamis 5) Pencak Silat Tujuan : mengenali kebudayaan bangsa mengembangkan nilai-nilai disiplin, menghargai prestasi Pelaksanaan : hari Sabtu pukul 06.30 s.d. 09.00 Kegiatan penunjang pembentukan sikap dilakukan dengan kegiatan berikut. a) Mendukung pembentukan akhlak dan penanaman/ pengamalan ajaran Islam. Adapun kegiatan pembiasaan tersebut adalah sebagai berikut. 1) Tahfizul Ayat Wadoa ( TAW ) 2) Sholat Dhuha 3) Jama’ah Sholat Zhuhur 4) Kultum siang 5) S4 ( senyum, salam, sapa, dan salaman. 6) Jum’at Khusu’ b. Kegiatan Terprogram 1) Pesantren Ramadhan ( Ramadhan di madrasah ) 2) Santunan Yatama 3) P H B I c. Pembiasaan a. Penguatan ciri madrasah dengan implementasi akhlak islami (bersalaman dan saling mendoakan) b. Penanaman Budaya Minat Baca c. Penanaman Budaya K 7 6. Kegiatan Nasionalisme dan Patriotisme a. Peringatan HUT RI b. Peringatan Hari Pahlawan c. Peringatan Hari Pendidikan d. Peringatan Hari Kartini e. Peringatan Hari Kebangkitan 7. Pekan Kreativitas Siswa a. Festival Seni b. Class Meeting c. Lomba Kelas 8. Pembinaan dan Bimbingan Peserta Lomba : a. LCC b. Olympiade MIPA c. Siswa Berprestasi d. Dokter Kecil e. MTQ 9. Outdoor Learning and Training a. Kunjungan Belajar b. Outbound . III. BEBAN BELAJAR Beban belajar merupakan keseluruhan kegiatan yang harus diikuti peserta didik dalam satu minggu, satu semester, dan satu tahun pembelajaran. 1. Beban belajar di Madrasah Ibtidaiyah dinyatakan dalam jam pembelajaran per minggu. a. Beban belajar satu minggu Kelas I adalah 36 jam pembelajaran. b. Beban belajar satu minggu Kelas II adalah 38 jam pembelajaran. c. Beban belajar satu minggu Kelas III adalah 42 jam pembelajaran. d. Beban belajar satu minggu Kelas IV, V, dan VI adalah 45 jam pembelajaran, Durasi setiap satu jam pembelajaran adalah 35 menit. 2. Beban belajar di Kelas I, II, III, IV, dan V dalam satu semester paling sedikit 18 minggu dan paling banyak 20 minggu. 3. Beban belajar di kelas VI pada semester ganjil paling sedikit 18 minggu dan paling banyak 20 minggu. 4. Beban belajar di kelas VI pada semester genap paling sedikit 14 minggu dan paling banyak 16 minggu. 5. Beban belajar dalam satu tahun pelajaran paling sedikit 36 minggu dan paling banyak 40 minggu. IV. KALENDER PENDIDIKAN Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajarn peserta didik selama satu tahun pelajaran. Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran,minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur. ANALISIS HARI BELAJAR EFEKTIF KALENDER PENDIDIKAN SD/MI TAHUN 2014/2015 BULAN Smstr Sen in Sel asa Ra bu Kam is Jum at Sab tu Jml Hari Kegiatan JULI I 3 2 2 2 2 2 13 * 17 Juli Awal Pelajaran Baru * 17,18,19 MOS AGUSTUS 3 5 5 4 4 4 25 * 17 Agust HUT RI * 21 Agust Isro`mi`roj SEPTEM 3 3 3 4 4 5 23 *22,23,25,26 SeLibur Awal Romdln OKTOB 3 3 2 2 2 2 14 * 17 s/d 23 libur akhir Romadlon * 24,25 Idul Fitri *26 Ok s/d 30 Libur Id fitri NOP 4 4 5 5 4 4 26 * 1 Nop Libur Id Fitri DES 2 3 3 3 4 3 18 18 s/d 23 THB Smester I 25 Libur Natal 31 Idul Adha 1427 H 30 Pembagian Raport JAN 2 2 3 2 2 1 12 1 Tahun baru 2007 2-15 Libur Smester I 16 Hari pertama masuk 20 libur 1 Muharrom 1428 JML 103 JAN II 2 3 3 2 2 1 13 1.KTSP 2. 20 Jan : Th Baru Hijriah PEBR 4 4 4 4 4 4 24 MARET 3 4 4 5 5 4 25 19 Hari raya Nyepi 31 Maulid Nabi APRIL 5 4 4 4 3 4 24 6 Wafat Isa Al-Masih MEI 3 4 4 3 3 3 20 7-12 USEK SD 17 Kenailkan Yesus JUNI 4 3 3 2 2 2 16 1 Hari raya waisak 7,8,9 USD SD 19-23 THB Smester II 30 Pembagian raport Smt II JULI 2-14 Libur Smester II 16-18 MOS Tahun 2014/2015 JML 122 Ditetapkan di Sleman,17 Juli 2013 Ketua Komite Madrasah Kepala Madrasah BAB VI PENUTUP Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan. Dengan diberlakukannya Kurikulum 2013, MIN Tempel menyusun dokumen 1 Kurikulum madrasah sebagai pedoman operasional pelaksanaan pendidikan. Dokumen 1 Kurikulum MIN Tempel disusun sesuai dengan landasan filosofis dan peraturan dalam Kurikulum 2013. Kurikulum MIN Tempel juga disesuaikan dengan kondisi peserta didik dan lingkungan MIN Tempel pada khususnya dan Kecamatan Wedung pada umumnya dan kekhasan madrasah. Dengan adanya kurikulum yang dibuat oleh Madrasah ini, maka diharapkan terdapat pedoman operasional yang jelas bagi seluruh warga madrasah dan pihak terkait sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan secara optimal. Pada kesempatan yang indah ini kami ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada tim pengembang kurikulum MI Negeri Tempel yang telah bekerja keras mereview Dokumen 1 Kurikulum MIN Tempel edisi 2014/2015 ini dan semua pihak yang telah membantu. Semoga amal bhaktinya diterima oleh Allah SWT sebagai amalan shalihan maqbulan. Amin. Kami menyadari dalam penyusunan dokumen 1Kurikulum MIN Tempel ini masih sangat jauh dari harapan, oleh karena itu kami mohon saran dan kritik yang membangun demi perbaikan dan kesempurnaannya. Akhirnya kami berharap semoga dokumen 1 Kurikulum MIN Tempel ini dapat bermakna dan dapat memberikan manfaat bagi pelaksanaan dan peningkatan mutu pembelajaran di madrsah kami, amin, yaa Rabbal Alamiin. Lampiran 1 Lampiran 1 Panduan Kegiatan Ekskul Panduan Kegiatan Ekstrakurikuler MIN Tempel Pengantar Selain kegiatan intrakurikuler seperti yang tercantum di dalam struktur kurikulum di atas, terdapat pula kegiatan ekstrakurikuler Madrasah Ibtidaiyah antara lain Pramuka (Wajib), Usaha Kesehatan Sekolah, Kegiatan Rohani Islam (Rohis) dan lain sebagainya.Kegiatan ekstra kurikuler yaitu, Pramuka (utama), Unit Kesehatan Madrasah, Palang Merah Remaja, Kegiatan Rohani Islam (Rohis),Olahraga,Kesenian,Karya Ilmiah Remaja, Olimpiade dan yang lainnya adalah dalam rangka mendukung pembentukan kepribadian, kepemimpinan dan sikap sosial peserta didik, terutamanya adalah sikap peduli. Di samping itu juga dapat dipergunakan sebagai wadah dalam penguatan pembelajaran berbasis pengamatan maupun dalam usaha memperkuat kompetensi keterampilannya dalam ranah konkrit. Dengan demikian kegiatan ekstra kurikuler ini dapat dirancang sebagai pendukung kegiatan kurikuler. A. Visi dan Misi 1. Visi Visi kegiatan ekstrakurikuler pada satuan pendidikan adalah berkembangnya potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, dan kemandirian peserta didik secara optimal melalui kegiatan-kegiatan di luar kegiatan intrakurikuler Misi Misi kegiatan ekstrakurikuler pada satuan pendidikan adalah sebagai berikut: a. Menyediakan sejumlah kegiatan yang dapat dipilih dan diikuti sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat peserta didik. b. Menyelenggarakan sejumlah kegiatan yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk dapat mengekspresikan dan mengaktualisasikan diri secara optimal melalui kegiatan mandiri dan atau berkelompok. engembangan, sosial, rekreatif, dan persiapan karir. B.Rasional dan Tujuan kebijakan program ekstrakurikuler; Dalam upaya meningkatkan intrakurikuler diperlukan kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler dilakukan dalam rangka mendukung pembentukan kepribadian, kepemimpinan dan sikap sosial peserta didik, terutamanya adalah sikap peduli. Di samping itu, juga dapat dipergunakan sebagai wadah dalam penguatan pembelajaran berbasis pengamatan maupun dalam usaha memperkuat kompetensi keterampilannya dalam ranah konkrit. Dengan demikian kegiatan ekstra kurikuler ini dapat dirancang sebagai pendukung kegiatan kurikuler. Sesuai dengan lampiran Permendikbud 81 A 2013 ekstrakurikuler di MIN Tempel memiliki beberapa fungsi berikut. a. Fungsi pengembangan, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler berfungsi untuk mendukung perkembangan personal peserta didik melalui perluasan minat, pengembangan potensi, dan pemberian kesempatan untuk pembentukan karakter dan pelatihan kepemimpinan. b. Fungsi sosial, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik. Kompetensi sosial dikembangkan dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memperluas pengalaman sosial, praktek keterampilan sosial, dan internalisasi nilai moral dan nilai sosial. c. Fungsi rekreatif, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler dilakukan dalam suasana rileks, menggembirakan, dan menyenangkan sehingga menunjang proses perkembangan peserta didik. Kegiatan ekstrakurikuler harus dapat menjadikan kehidupan atau atmosfer sekolah lebih menantang dan lebih menarik bagi peserta didik. Tujuan Tujuan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikulerdipaparkan berikut. a. Kegiatan ekstrakurikuler harus dapat meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor peserta didik. b. Kegiatan ekstrakurikuler harus dapat mengembangkan bakat dan minat peserta didik dalam upaya pembinaan pribadi menuju pembinaan manusia seutuhnya. peserta didik dalam upaya pembinaan pribadi menuju pembinaan manusia seutuhnya. C. Prinsip Kegiatan ekstrakurikuler pada satuan pendidikan dikembangkan dengan prinsip sebagai berikut. 1. Bersifat individual, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler dikembangkan sesuai dengan potensi, bakat, dan minat peserta didik masing-masing. 2. Bersifat pilihan, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler dikembangkan sesuai dengan minat dan diikuti oleh peserta didik secara sukarela. 3. Keterlibatan aktif, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuh sesuai dengan minat dan pilihan masing-masing. 4. Menyenangkan, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan dalam suasana yang menggembirakan bagi peserta didik. 5. Membangun etos kerja, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler dikembangkan dan dilaksanakan dengan prinsip membangun semangat peserta didik untuk berusaha dan bekerja dengan baik dan giat. 6. Kemanfaatan sosial, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler dikembangkan dan dilaksanakan dengan tidak melupakan kepentingan masyarakat. 3. Deskripsi program ekstrakurikuler 1) Ragam kegiatan ekstrakurikuler Pengembangan diri dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler terdiri atas ekstrakurikuler wajib dan ekstrakurikuler pilihan. Ragam kegiatan ekstrakurikuler diuraikan berikut. Ekstrakurikuler Wajib Ekstrakurikuler wajib adalah kegiatan pramuka. Kegiatan ekstrakurikuler ini wajib diikuti siswa. Di samping itu siswa juga harus mendapatkan nilai memuaskan pada setiap semester. Nilai ekstrakurikuler wajib berpengaruh terhadap kenaikan kelas. Nilai di bawah memuaskan dalam dua semester mengharuskan peserta didik menempuh program khusus. Tujuan dan jadwal diuraikan berikut. Tujuan : menguatkan karakter dan kepribadian siswa mengembangkan nilai-nilai religius, jujur, toleran, mandiri, komunikatif Pelaksanaan : Minggu (ekstakurikuler wajib) pukul 8.00 -11.00 Ekstrakurikuler Pilihan b) Membaca dan Menulis AlQuran Tujuan : 1. Peserta didik memiliki kemampuan membaca dan menulis Al Qur’an 2. Peserta didik menguasai ilmu tajwid 3. Peserta didik dapat memainkan alat musik marawis Pelaksanaan : Seni membaca dan menulis Alquran setiap hari Rabu Marawis setiap hari Sabtu Sistem Penilaian : 1. Bentuk Tagihan d. membaca dan menulis Al Qur’an e. menjawab pertanyaan tentang ilmu tajwid f. memainkan alat musik marawis 6) Paskibra Tujuan : 1. Peserta didik dapat menguasai kemampuan dasar baris berbaris 2. Peserta didik dapat menciptakan gerakan variasi 3. Peserta didik memiliki pengetahuan tentang kepemimpinan Pelaksanaan : setiap hari Minggu Sistem Penilaian : 1. Bentuk Tagihan a. Melakukan gerakan dasar baris berbaris b. Menampilkan gerakan variasi terbaru c. Mempraktikan kepemimpinan dalam baris berbaris 7) Palang Merah Remaja (PMR) Tujuan : 1. Mengenal ke-Palang Merah-an 2. Mampu membuat tandu 3. Memiliki kemampuan dasar keperawatan Pelaksanaan : setiap hari Minggu Sistem Penilaian : 1. Bentuk Tagihan d. Menjawab soal tertulis e. Praktek membuat tandu f. Praktek menangani peserta didik yang sakit di madrasah 2. Teknik Penilaian d. Akhir semester anggota PMR diuji dengan tes tertulis e. Setiap bulan anggota diuji dalam pembuatan tandu f. Setiap hari dipantau kemampuan anggota dalam menangani peserta didik yang sakit. 8) Kesenian/ Seni Musik Islami Tujuan : 1. Peserta didik dapat mempraktikkan seni musik 2. Peserta didik dapat berprestasi dalam bidang seni Islami 3. Peserta didik menghargai dan mengapresiasi seni Islami Pelaksanaan : setiap hari Sabtu, pukul. 11.00 – 12.00 Sistem Penilaian : penilaian dilakuan dengan teknik c. praktik d. meraih prestasi dalam setiap perlombaan 9) Dokter Kecil (untuk mengembangkan nilai-nilai peduli sosial) Tujuan : 1. mengembangkan nilai-nilai peduli sosial) 2. mengembangkan kesadaran hidup sehat sejak dini Pelaksanaan : hari Kamis 10) Pencak Silat Tujuan : mengenali kebudayaan bangsa mengembangkan nilai-nilai disiplin, menghargai prestasi Pelaksanaan : hari Sabtu pukul 06.30 s.d. 09.00 Kegiatan penunjang pembentukan sikap dilakukan dengan kegiatan berikut. a) Mendukung pembentukan akhlak dan penanaman/ pengamalan ajaran Islam. Adapun kegiatan pembiasaan tersebut adalah sebagai berikut. 1) Tahfizul Ayat Wadoa ( TAW ) 2) Sholat Dhuha 3) Jama’ah Sholat Zhuhur 4) Kultum siang 5) S4 ( senyum, salam, sapa, dan salaman. 6) Jum’at Khusu’ b. Pembiasaan Terprogram 1) Pesantren Ramadhan ( ramadhan in madrasah ) 2) Santunan Yatama 3) P H B I c. Pembiasaan d. Penguatan ciri madrasah dengan implementasi akhlak islami (bersalaman dan saling mendoakan) e. Penanaman Budaya Minat Baca f. Penanaman Budaya K 7 6. Kegiatan Nasionalisme dan Patriotisme f. Peringatan HUT RI g. Peringatan Hari Pahlawan h. Peringatan Hari Pendidikan i. Peringatan Hari Kartini j. Peringatan Hari Kebangkitan 7. Pekan Kreativitas Siswa d. Festival Seni e. Class Meeting f. Lomba Kelas 8. Pembinaan dan Bimbingan Peserta Lomba : f. LCC g. Olympiade MIPA h. Siswa Berprestasi i. Dokter Kecil j. MTQ 9. Outdoor Learning and Training c. Kunjungan Belajar d. Outbound . 2)Manajemen, Penilaian, dan Supervisi Kegiatan Ekstrakurikuler Pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler di MINTempel dilakukan dengan kerjasama antara pihak madrasah (kepala sekolah, waka kurikulum, guru pembina ekstrakurikuler, dan tenaga kependidikan lain), komite madrasah dan orangtua. Satuan pendidikan melakukan revisi “Panduan Kegiatan Ekstrakurikuler” yang berlaku di satuan pendidikan untuk tahun ajaran berikutnya berdasarkan hasil evaluasi tersebut dan mendiseminasikannya kepada peserta didik dan pemangku kepentingan lainnya. Dalam hal keamanan pelaksanaan kegiatan ekskul, madrasah bekerja sama dengan warga madrasah dan pihak terkait untuk menjaga keselamatan peserta didik selama melaksanakan ekskul. Penjaminan keamanan dilakukan dengan standar khusus yang ditetapkan dalam rapat komite dan guru pembina ekskul serta kerja sama dengan lembaga terkait. Dalam hal penilaian, pihak-pihak yang terkait dengan pengembangan, pelaksanaan, dan penilaian kegiatan ekstrakurikuler adalah satuan pendidikan dan komite sekolah. Di satuan pendidikan kepala sekolah, dewan guru, guru pembina ekstrakurikuler, dan tenaga kependidikan bersama-sama mengembangkan ragam kegiatan ekstrakurikuler; sesuai dengan penugasannya melaksanakan supervisi dan pembinaan dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler, serta melaksanakan penilaian terhadap program ekstrakurikuler. A. Model Rapor SD LAPORAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR (SD) Nama Peserta Didik KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA LAPORAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR (SD) Nama Sekolah : ................................................................ NSS : ................................................................ Alamat Sekolah : ................................................................ ................................................................ Kode Pos ................... Telp. ................... Desa/Kelurahan : ................................................................ Kecamatan : ................................................................ Kabupaten/Kota : ................................................................ Provinsi : ................................................................ PETUNJUK 1. Buku Laporan Hasil Belajar Peserta Didik ini merupakan ringkasan hasil penilaian terhadap seluruh aktivitas pembelajaran yang dilakukan peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Laporan perkembangan dan hasil belajar peserta didik secara rinci, disajikan dalam portofolio yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Buku Laporan Hasil Belajar Peserta Didik ini; 2. BukuLaporanHasilBelajarPesertaDidikinidipergunakanselamaPesertaDidik yang bersangkutanmengikutipelajaran di Sekolah Dasar; 3. Apabilapindahsekolah, bukuLaporanHasilBelajarPesertaDidikinidibawaolehPesertaDidik yang bersangkutanuntukdipergunakan di sekolahbarudenganmeninggalkanarsip/copy di sekolah lama; 4. ApabilabukuLaporanHasilBelajarPesertaDidikinihilang, dapatdigantidenganBukuLaporanHasilBelajarPesertaDidikpengganti yang disahkanolehKepalaSekolahasal; 5. BukuLaporanHasilBelajarPesertaDidikiniharusdilengkapidengan pas foto(3 cm x 4 cm) danpengisiannyadilakukanoleh Guru Kelas; 6. Laporanpenilaianmemuathasil belajar yangdisajikan secara kuantitatif dan diskriptifuntuk masing-masing kompetensi. a) Nilai Kuantitatif dengan Skala 1 – 4 (berlaku kelipatan 0,33) digunakan untuk Nilai Pengetahuan (KI 3) dan Nilai Keterampilan (KI 4).Indeks Nilai Kuantitatif dengan Skala 1 - 4 dan 0 – 100.  Kolom capaian diisi dengan konversi nilai akhir skala 1 – 4.  Diskripsi dengan: keberhasilan, kompetensi yang perlu ditingkatkan, bantuan orangtua, dan lain-lain. Konversi nilai akhir Predikat (Pengetahuan dan Keterampilan) Klasifikasi Sikap dan Ekstrakurikuler Skala 0 - 100 Skala 1 - 4 86 -100 4 A SB 81- 85 3.66 A- 76 – 80 3.33 B+ B 71-75 3.00 B 66-70 2.66 B- 61-65 2.33 C+ C 56-60 2 C 51-55 1.66 C- 46-50 1.33 D+ K 0-45 1 D b) Nilai kualitatif yang digunakan untuk nilai sikap spiritual (KI 1), dan sikap sosial (KI 2), serta kegiatan ekstrakurikuler, ditulis pada kolom capaian dengan klasifikasi sebagai berikut: SB = Sangat Baik B = Baik C = Cukup K = Kurang Kolom diskripsi diisi dengan keberhasilan, kompetensi yang perlu ditingkatkan, bantuan orangtua, dan lain-lain. 7. Laporan perkembangan fisik/kesehatan diisi dengan data kuantitatif berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan guru atau pihak lain yang relevan. 8. Laporan kondisi kesehatan diisi dengan deskripsi hasil pemeriksanaan yang dilakukan guru atau pihak lain yang relevan. 9. Kolom ketidakhadiran diisi dengan data akumulasi ketidakhadiran siswa, baik karena sakit, izin, maupun tanpa keterangan dalam satu semester. 10. Catatan diisi dengan hal-hal umum yang belum tertulis dalam diskripsi KI-1, KI-2, KI-3 atau KI-4. IDENTITAS PESERTA DIDIK a. Nama Peserta Didik : ..................................................................................... b. Nomor Induk : ..................................................................................... c. Tempat, Tanggal Lahir : ..................................................................................... d. Jenis Kelamin : ..................................................................................... e. Agama : ..................................................................................... f. Pendidikan sebelumnya : ..................................................................................... g. Alamat Peserta Didik : ..................................................................................... h. Nama Orang Tua 1) Ayah : ..................................................................................... 1) Ibu : ..................................................................................... i. Pekerjaan Orang Tua 1) Ayah : ..................................................................................... 1) Ibu : ..................................................................................... j. Alamat Orang Tua 1) Jalan : ..................................................................................... 2) Kelurahan/Desa : ..................................................................................... 3) Kecamatan : ..................................................................................... 4) Kabupaten/Kota : ..................................................................................... 5) Provinsi : ..................................................................................... k. Wali Peserta Didik 1) Nama : ..................................................................................... 2) Pekerjaan : ..................................................................................... 3) Alamat : ..................................................................................... ………………………….………………………………. Kepala Sekolah, …………………….……… NIP   Nama Peserta Didik : ………………………………. Kelas : ……………… Nomor Induk : ………………………………. Semester : 1 (satu) Nama Sekolah : ………………………………. Tahun Pelajaran : 20.... / 20....... Alamat Sekolah : ……………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………… Contoh 1 RAPOR SEKOLAH DASAR/MI 1. Pengetahuan Aspek Catatan Mengingatdan memahami pengetahuan faktual dan konseptual berdasarkan rasa ingin tahu tentang: - dirinya, - makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya - benda-benda lain di sekitarnya Diisi oleh guru dalam kalimat positif tentang apa yang menonjol terkait kemampuan anak dalam tiap muatan pelajaran dan apa yang perlu usaha-usaha pengembangan untuk mencapai kompetensi yang ditetapkan pada kelas yang diikutinya. 2. Keterampilan Aspek Catatan Menyajikan kemampuan mengamati,menanya, dan mencoba dalam: - bahasa yang jelas, logis dan sistematis - karya yang estetis - gerakan anak sehat - tindakan anak beriman dan berakhlak mulia Diisi oleh guru dalam kalimat positif tentang apa yang menonjol dan apa yang perlu usaha-usaha pengembangan untuk mencapai kompetensi yang ditetapkan pada kelas yang diikutinya. 3. Sikap Aspek Catatan Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya. Diisi oleh guru dalam kalimat positif tentang apa yang menonjol dan apa yang perlu usaha-usaha pengembangan untuk mencapai kompetensi yang ditetapkan pada kelas yang diikutinya. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, percaya diri, dan cinta tanah air Diisi oleh guru dalam kalimat positif tentang apa yang menonjol dan apa yang perlu usaha-usaha pengembangan untuk mencapai kompetensi yang ditetapkan pada kelas yang diikutinya. Contoh 2 1. SIKAP SPIRITUAL (KI-1) ASPEK YANG DINILAI Capaian DESKRIPSI Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya. 2. SIKAP SOSIAL (KI-2) ASPEK YANG DINILAI Capaian DESKRIPSI Perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru 3. PENGETAHUAN (KI-3) No Kompetensi yang dinilai Capaian Deskripsi 1 Mengingat dan memahami pengetahuan faktual dan konsepPendidikan Agama dan Budi Pekerti 2 Mengingat dan memahami pengetahuan faktual dan konsepPendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 3 Mengingat dan memahami pengetahuan faktual dan konsepBahasa Indonesia 4 Mengingat dan memahami pengetahuan faktual dan konsepMatematika 5 Mengingat dan memahami pengetahuan faktual dan konsep llmu Pengetahuan Alam 6 Mengingat dan memahami pengetahuan faktual dan konsepIlmu Pengetahuan Sosial 7 Mengingat dan memahami pengetahuan faktual dan konsep Seni Budaya dan Prakarya 8 Mengingat dan memahami pengetahuan faktual dan konsepPendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan   4. KETERAMPILAN (KI-4) No Kompetensi yang dinilai Capaian Deskripsi 1 Menyajikan pengetahuan dan keterampilan dalam pembelajaranPendidikan Agama dan Budi Pekerti 2 Menyajikan pengetahuan dan keterampilan dalam pembelajaranPendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 3 Menyajikan pengetahuan dan keterampilan dalam pembelajaranBahasa Indonesia 4 Menyajikan pengetahuan dan keterampilan dalam pembelajaranMatematika 5 Menyajikan pengetahuan dan keterampilan dalam pembelajaranlmu Pengetahuan Alam 6 Menyajikan pengetahuan dan keterampilan dalam pembelajaranIlmu Pengetahuan Sosial 7 Menyajikan pengetahuan dan keterampilan dalam pembelajaranSeni Budaya dan Prakarya 8 Menyajikan pengetahuan dan keterampilan dalam pembelajaranPendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 5. MUATAN LOKAL (KI-3) No Kompetensi yang dinilai Capaian Deskripsi 1 Mengingat dan memahami pengetahuan faktual dan konsep muatan lokal …………………. 2 Mengingat dan memahami pengetahuan faktual dan konsep muatan lokal …………………. 3 Mengingat dan memahami pengetahuan faktual dan konsep muatan lokal …………………. 6. MUATAN LOKAL (KI-4) No Kompetensi yang dinilai Capaian Deskripsi 1 Menyajikan pengetahuan dan keterampilan dalam pembelajaran muatan lokal …………………. 2 Menyajikan pengetahuan dan keterampilan dalam pembelajaran muatan lokal …………………. 3 Menyajikan pengetahuan dan keterampilan dalam pembelajaran muatan lokal ………………….   7. EKSTRAKURIKULER No. Kegiatan Ekstrakurikuler Capaian Keterangan 1 Praja Muda Karana (Pramuka) 2 …………………………………… 3 . …………………………………… 8. CATATAN ………………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………………. Ketidakhadiran Sakit : _____ hari Izin : _____ hari Tanpa Keterangan : _____ hari ....................., ...............20...... Orang Tua/Wali, Guru Kelas, __________________ NIP ..............................   Nama Peserta Didik : ………………………………. Kelas : ……………… Nomor Induk : ………………………………. Semester : 2 (dua) Nama Sekolah : ………………………………. Tahun Pelajaran : 20.... / 20....... Alamat Sekolah : ……………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………… A. SIKAP SPIRITUAL (KI-1) ASPEK YANG DINILAI CAPAIAN DESKRIPSI Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya. B. SIKAP SOSIAL (KI-2) ASPEK YANG DINILAI CAPAIAN DESKRIPSI Perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru C. PENGETAHUAN (KI-3) No Kompetensi yang dinilai Capaian Deskripsi 1 Mengingat dan memahami pengetahuan faktual dan konsepPendidikan Agama dan Budi Pekerti 2 Mengingat dan memahami pengetahuan faktual dan konsepPendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 3 Mengingat dan memahami pengetahuan faktual dan konsepBahasa Indonesia 4 Mengingat dan memahami pengetahuan faktual dan konsepMatematika 5 Mengingat dan memahami pengetahuan faktual dan konsep llmu Pengetahuan Alam 6 Mengingat dan memahami pengetahuan faktual dan konsepIlmu Pengetahuan Sosial 7 Mengingat dan memahami pengetahuan faktual dan konsep Seni Budaya dan Prakarya 8 Mengingat dan memahami pengetahuan faktual dan konsepPendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan   D. KETERAMPILAN (KI-4) No Kompetensi yang dinilai Capaian Deskripsi 1 Menyajikan pengetahuan dan keterampilan dalam pembelajaranPendidikan Agama dan Budi Pekerti 2 Menyajikan pengetahuan dan keterampilan dalam pembelajaranPendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 3 Menyajikan pengetahuan dan keterampilan dalam pembelajaranBahasa Indonesia 4 Menyajikan pengetahuan dan keterampilan dalam pembelajaranMatematika 5 Menyajikan pengetahuan dan keterampilan dalam pembelajaranlmu Pengetahuan Alam 6 Menyajikan pengetahuan dan keterampilan dalam pembelajaranIlmu Pengetahuan Sosial 7 Menyajikan pengetahuan dan keterampilan dalam pembelajaranSeni Budaya dan Prakarya 8 Menyajikan pengetahuan dan keterampilan dalam pembelajaranPendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan E. MUATAN LOKAL (KI-3) No Kompetensi yang dinilai Capaian Deskripsi 1 Mengingat dan memahami pengetahuan faktual dan konsep muatan lokal …………………. 2 Mengingat dan memahami pengetahuan faktual dan konsep muatan lokal …………………. 3 Mengingat dan memahami pengetahuan faktual dan konsep muatan lokal …………………. F. MUATAN LOKAL (KI-4) No Kompetensi yang dinilai Capaian Deskripsi 1 Menyajikan pengetahuan dan keterampilan dalam pembelajaran muatan lokal …………………. 2 Menyajikan pengetahuan dan keterampilan dalam pembelajaran muatan lokal …………………. 3 Menyajikan pengetahuan dan keterampilan dalam pembelajaran muatan lokal ………………….   G. EKSTRAKURIKULER No. Kegiatan Ekstrakurikuler Capaian Keterangan 1 Praja Muda Karana (Pramuka) 2 …………………………………… 3 . ……………………………………   H. CATATAN ………………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………………. Ketidakhadiran Sakit : _____ hari Izin : _____ hari Tanpa Keterangan : _____ hari ....................., ...............20...... Orang Tua/Wali, Guru Kelas, __________________ NIP ..............................  Perkembangan Fisik/Kesehatan A. Perkembangan Fisik No Aspek Yang Dinilai Semester 1 2 1 Tinggi ………cm ……cm 2 Berat Badan ……….kg ….…kg B. Kondisi Kesehatan No Aspek Fisik Keterangan Semester 1 Semester 2 1. Pendengaran 2. Penglihatan 3. Gigi 4. Lainnya ……………………. C. Catatan Prestasi No Jenis Prestasi Keterangan Semester 1 Semester 2 1. 2. 3. 4. ....................., ...............20...... Orang Tua/Wali, Guru Kelas, ________________________ NIP ......................................   KETERANGAN PINDAH SEKOLAH Nama Peserta Didik: …………………………………………………………………. KELUAR Tanggal Kelas yang Ditinggalkan Sebab-sebab Keluar atau atas permintaan (Tertulis) Tanda Tangan Kepala Sekolah, Stempel Sekolah, dan Tanda Tangan Orang Tua/Wali __________, ___________ Kepala Sekolah, NIP Orang Tua/Wali, __________, ___________ Kepala Sekolah, NIP Orang Tua/Wali, __________, ___________ Kepala Sekolah, NIP Orang Tua/Wali, KETERANGAN PINDAH SEKOLAH Nama Peserta Didik: …………………………………………………………………. NO MASUK 1. Nama Peserta Didik …………………………………. _______, ________ Kepala Sekolah, NIP Nomor Induk …………………………………. Nama Sekolah …………………………………. Masuk di Sekolah ini: a. Tanggal …………………………………. b. Di Kelas …………………………………. Tahun Pelajaran …………………………………. 2. Nama Peserta Didik …………………………………. _______, ________ Kepala Sekolah, NIP Nomor Induk …………………………………. Nama Sekolah …………………………………. Masuk di Sekolah ini: c. Tanggal …………………………………. d. Di Kelas …………………………………. Tahun Pelajaran …………………………………. 3. Nama Peserta Didik …………………………………. _______, ________ Kepala Sekolah, NIP Nomor Induk …………………………………. Nama Sekolah …………………………………. Masuk di Sekolah ini: e. Tanggal …………………………………. f. Di Kelas …………………………………. Tahun Pelajaran ………………………………….