berbagi berita bahagia

Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH)

20141013

Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH)

Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) adalah termasuk izin yang penting bagi khalayak di bidang pertambangan ; – minyak dan gas bumi – mineral dan batubara – panas bumi – ketenagalistrikan Apabila semua Izin sudah siap baik yang terkait dengan UU Minyak dan Gas Bumi, UU Mineral Batubara atau UU Panas Bumi juga UU Lingkungan Hidup dan semua turunannya, namun Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan belum ada atau belum didapatkan padahal lokasi penambangan ada dalam Kawasan Hutan, maka aktifitas tambang belum bisa dilaksanakan apalagi memproduksinya. Sanksi Pidana apabila melanggarnya. Peratuan Perundang-undangan yang terkait dengan IPPKH adalah : - Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 167, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3888), sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2004 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 86, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4412); - Peraturan Pemerintah RI No. 24 Tahun 2010 tentang Penggunaan Kawasan Hutan, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah RI No. 61 Tahun 2012 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah RI No. 24 Tahun 2010 - PP No. 44 Tahun 2004 tentang Perencanaan Kehutanan – PP No. 45 Tahun 2004 tentang Perlindungan Hutan – PP No. 6 Tahun 2007 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan, serta Pemanfaatan Hutan – PP No. 76 Tahun 2008 tentang Rehabilitasi dan Reklamasi Hutan – PP No. 10 Tahun 2010 tentang Tata Cara Perubahan Peruntukan dan Fungsi Kawasan Hutan – Peraturan Menteri Kehutanan No. P.18/Menhut-II/2011 tentang Pedoman Pinjam Pakai Kawasan Hutan Dalam Undang-undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dinyatakan secara tegas yakni : Pasal 38 3) Penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pertambangan dilakukan melalui pemberian izin pinjam pakai oleh Menteri dengan mempertimbangkan batasan luas dan jangka waktu tertentu serta kelestarian lingkungan. (4) Pada kawasan hutan lindung dilarang melakukan penambangan dengan pola pertambangan terbuka. (5) Pemberian izin pinjam pakai sebagaimana dimaksud pada ayat (3) yang berdampak penting dan cakupan yang luas serta bernilai strategis dilakukan oleh Menteri atas persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat. Pasal 45 (2) Reklamasi pada kawasan hutan bekas areal pertambangan, wajib dilaksanakan oleh pemegang izin pertambangan sesuai dengan tahapan kegiatan pertambangan. Pasal 50 Setiap orang dilarang g. melakukan kegiatan penyelidikan umum atau eksplorasi atau eksploitasi bahan tambang di dalam kawasan hutan, tanpa izin Menteri; Dalam Pasal 1 ayat 3 Kawasan hutan adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. Sehingga harus ada penetapan dahulu yang dilakukan Pemerintah baru dinamakannya Kawasan Hutan. Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) diatur secara khusus dalam Peraturan Menteri Kehutanan No. P.18/Menhut-II/2011 tentang Pedoman Pinjam Pakai Kawasan Hutan terdiri dari beberapa BAB yakni : I : Ketentuan Umum II : Tata Cara dan Persyaratan Permohonan Penggunaan Kawasan Hutan III:Jangka Waktu dan Perpanjangan Persetujuan Prinsip Penggunaan Kawasan Hutan dan IPPKH IV:Monitoring dan Evaluasi V:Hapusnya Izin VI:Sanksi VII:Ketentuan Peralihan VIII:Ketentuan Penutup (30 Oktober 2012)