berbagi berita bahagia

Yunn.. [REAL STORY]

20141020

Yunn.. [REAL STORY]

7 Juli 2014 pukul 8 : 37. ya, itu adalah pertama kali saya Line dia buat PDKT. Kami bertemu disebuah organisasi dikomplek kami. Orang2 biasa menyebutnya Karang Taruna. Pertama saya lihat dia, awalnya hanya untuk candaan. Dia datang pada sabtu malam untuk rapat organisasi. Teman baik saya Yosef, bertanya padanya "darimana??". "abis malam mingguan" jawab candanya. Ketika dia masuk ke kantor, saya bercanda pada teman saya dengan bilang bahwa saya patah hati mendengarnya. padahal hanya "bercanda". Pulang dari situ, entah kenapa jadi kepikiran. saya memikirkannya. Entah kenapa juga saya selalu ingin loncat ke hari sabtu. Karena hari sabtu adalah hari rapat. Dan hari sabtu tentunya saya bertemu dengannya. Ayunda namanya. Ayunda adalah anak ke lima dari lima bersaudara. Dia masih duduk dibangku SMA. Pada hari sabtu sore, seperti biasa kami rapat untuk memperingati hari kemerdekaan. Saya sengaja duduk didepannya untuk mencari perhatian. Ketika itu, saya mencuri kesempatan agar bisa ngobrol dengannya. Pada saat itu lah saya mengobrol dengannya. Malamnya saya stalking untuk mencari tau apa ID Line dia. Dan ternyata sangat mudah. hahaha. Yap, pada tanggal 7 Juli saya ingin chating dengannya. Berawal dari niat pukul tujuh malam. karena saya bingung apa yang harus saya bicarakan. Akhirnya saya menemukan ide. Quote: "Ayundaaaaa ini Rhinooo tarkaa.." "Oh iya kirain teh siapa hehe" "Punya ID Line anak2 ga?" "Paling teh Ima sama teh Silma" "Nah yang Ima coba" "*******" "sip makasiih" "oke. banyaknya pada di BM sih" "iya huhu" "ga ada BM emang Rhin?" "kalo instal di hp berat, ada sih BM tinggal di service. tapi sayang duit mening buat main hahaha" "iya sih dari pada service mah mening buat main" ya kurang lebih gitu lah pembicaraan yang singkat ga jelas tapi bikin ngefly. huahaha. selang dari situ. saya membuat sebuah lagu yang saya persembahkan untuknya. judulnya "Hello Stranger". seperti pada judulnya, lagu itu bercerita tentang orang yang jatuh cinta kepada orang yang baru dikenal. hanya satu malam lagu itu jadi. Pada suatu saat saya dan teman2 bermalam mingguan di rumah saya. saya mengambil gitar dan mulai menyanyikan lagu yang saya buat. tiba2 teman baik saya Sapto menanyakan itu lagu siapa. karna enak didengar. saya hanya tersenyum dan melanjutkan lagu itu. selang beberapa waktu akhirnya mereka tau kalo itu lagu saya. bahkan mereka ikut menyanyikannya. HP saya tidak pernah sepi sejak saat itu. pesan dari Ayunda yang membuat saya tersenyum dan melupakan hal sekitar. proses pendekatan cukup sukses. hampir setiap hari saya Line-an dengannya. bahkan mengucapkan Selamat Berbuka Puasa.. Detik terus bergulir. dari sebelumnya kami para pemuda komplek memang mengadakan acara buka bersama disebuah cafe+life music. saya berencana untuk menyatakan perasaan saya kepada Ayunda. ya, hari ini 26 Juli 2014. jantung saya berdetak tidak seperti biasanya, darah saya mengalir tidak seperti biasanya. bahkan otak saya bekerja tidak seperti biasanya. panik, itu yang saya rasakan. pukul 4 sore saya berangkat duluan untuk menyiapkan semuanya. setangkai mawar merah muda adalah salah satu senjata yang saya punya. Acara buka puasa berjalan cukup sukses. tinggal acara yang paling saya tunggu.berawal dari saya tampil didepan teman2, membawakan lagu Naif - Karena Kamu Cuma Satu. menjelang akhir lagu, saya langsung pergi kebelakang membawa bunga, dan menyatakannya Quote: "Yunn.." "Apaa.." "Aku suka sama kamu yun. Kamu mau ga jadi yang special buat aku?" "yang special gimana maksudnya?" (yaelah ni orang masa ga ngerti -_-) "iyaa maksudnya kamu mau ga jadi pacar aku?" "duh gimana yaa..hmm" (oke no hope ) "iyaa mau.." "hah apa?" "iyaaa mauuu" Serentak semua gembira. begitupun saya. entah mau bilang apa. ga nyangka, wanita baik, alim, lucu, dan secantik dia mau dengan orang seperti saya. ga ganteng, item, kecil, kurus. saya bingung tapi.. ah sudah lah. setelah itu teman saya menyuruh saya mengatakan pesan di acara ini. saya bilang pada Ayunda "Yunn maaf nanti aku ga bisa janji apa2 buat kamu, tapi aku bakal berusaha buat jadi yang terbaik buat kamu". Ah.. :') hari itu. hari yang ingin saya ingat selamanya. Waktu berjalan begitu cepatnya. Lebaran pun tiba, saya masih canggung padanya. Ada hal lucu yang terjadi. dilapangan setelah shalat Ied, saya bersalaman dengan kakanya Ayunda. kakanya memberikan senyum yang cukup aneh pada saya. lalu kakak saya bilang pada kakak Ayunda "a, nanti kita jadi sodaraan ya". kakaknya Ayunda sebut saja Rizky, ia kebingungan. perasaan saya bercampur aduk disitu. saya tidak tahu Ayunda dibolehkan berpacaran atau tidak. tapi saya tidak mempedulikan hal itu. saya mencintai dia sepenuhnya. Saya bukan orang yang punya segalanya. bahkan kendaraan harus menunggu kakak saya dirumah. suatu hari pertama kali dia masuk sekolah setelah liburan, saya ingin menjemputnya pulang, karena kebetulan kakak saya sedang dirumah dalam jangka waktu yang cukup panjang. dia pulang pagi karena katanya di sekolah cuma halal bihalal. kencan pertama saya dengannya. McD, itu tempat yang saya pilih karena tidak terlalu jauh dari rumah. saya pikir kencan ini akan berjalan tidak sempurna. karna saya bukan tipe orang yang suka banyak cerita atau berbicara hal disekitar. tetapi jauh dari pemikiran saya. kencan ini cukup sukses, kami saling berbagi cerita disana sambil makan. saya ingat bagaimana ia makan begitu lamanya. itu menjadi kesempatan saya untuk berlama2 dengannya. tidak terasa beberapa jam telah kami lewati dengan mengobrol. akhirnya kami pulang. lucunya, ketika saya mengantarnya pulang, di teras rumahnya ada ibu Ayunda yang sedang memandang tanaman miliknya. malu bercampur bingung dan takut. tetapi, sang ibu tersenyum pada saya. perasaan saya berubah seketika menjadi senang. Mulai dari situ saya jadi sering mengantar jemput Ayunda ke sekolahnya. disitu saya merasa sangat dekat denganya. nyaman. namun pada suatu saat aku menjemputnya, seperti biasa saya mengajaknya makan siang. walaupun sudah sore. saya mengajaknya makan makanan di pinggiran jalan. Ayam dan es kelapa muda. itu menjadi menu makan siang kami. disitu dia bercerita tentang mantannya, dan teman baiknya Ryan. dia bilang pada saya kalau saya jangan cemburu ataupun curiga tentang Ryan. karena dia memang sangat dekat dengan Ryan yang selalu menjadi teman curhatnya. saya sama sekali tidak pernah mempermasalahkan hal itu. saya tidak mengekang dia harus berteman sama siapa. saya hanya bilang "jangan sampai selingkuh. kalo mau selingkuh ngomong aja". Minggu pertama dibulan Agustus. pada saat itu kami sedang chating, dia berada di RS karena kakaknya sedang sakit. di pertengahan chat, saya berkata padanya agar dia jujur kenapa dia mau menerima saya. saya hanya sekedar ingin tau aja. dan dia bilang kalo dia masih ragu sama perasaanya karna terlalu cepat. dia sayang tetapi masih ada yang mengganjal. sedikit kecewa namun hal itu sangat wajar. saya menceramahi dia. saya sempat mengatakan kalo saya ingin serius dengannya. tetapi santai. dia pun terharu karena melihat saya sesayang dan secinta ini tetapi dia sendiri masih ragu. walaupun kecewa. entah kenapa saya senang mendengarnya terharu. Dia sempat mengirimkan gambar yang cukup membuat saya senang, bahkan sangat senang. inti dari gambarnya dia menyebut kan seberapa cinta dia pada saya. yaitu tak terhingga. ah lagi lagi dia membuat saya terbang menembus atmosphere. Di ulangtahun saya, ia menjadi orang pertama yang mengucapkan, serangkai kata kata yang tidak begitu baku, seucap doanya untuku, membuat saya merasa orang yang paling beruntung karena memilikinya. bahkan malamnya, teman2 baik saya memberi saya kejutan. berawal dari kakak saya yang bertengkar dengan Sapto. disitu saya ingin melerai. saat masih tidak percaya ini terjadi, tiba2 sebutir telur dan air melayang ke kepala. terkejut namun terharu. dingin namun terasa hangat, hangatnya persahabatan. setelah kedinginan, saya melihat Ayunda dari kejauhan. membawa kue dengan lilin diatasnya dan sekantong tas plastik. lagu happybirthday dinyanyikan oleh teman2. saya meniup lilin. dan Ayunda memberikan kado untuk saya. ya, dompet. barang yang saya butuhkan. karna dompet saya sudah tidak layak pakai. tidak bisa berkata apa2. hanya ingin berterima kasih. terharu. Ada hal lucu lainnya. suatu ketika saya ingin menjemput Ayunda. tiba2 saya di panggil oleh tante teman saya Silma. saya singgah dirumahnya dan ternyata Silma sedang tidak dirumah. tidak lama kemudian Ayunda datang dan menghampiri saya. dia bertanya apa yang saya lakukan di rumah Silma. saya hanya tertawa. jadinya saya pacaran dirumah orang. hahaha. berulang kali saya melihat Ayunda dan tertawa bersama. hal paling aneh dalam hidup saya. Pada tanggal 26 Agustus. bulan pertama saya dengannya. saya menjemputnya pulang dan mengajaknya makan Steak di dekat sekolahnya. seperti biasa kami berbagi cerita menarik. pulangnya saya cukup dikejutkan oleh kunci motor yang tidak ada di saku saya. saya lihat dan mencari sekitar tetap tidak ada. hampir 15 menit saya panik. begitupun dia. akhirnya pegawai restaurant memberi kunci motornya. katanya tergantung di motor saya. hahaha cerobohnya. Sabtu 30 Agustus. saya dan Ayunda datang ke pensi sekolahnya. bergandeng tangan, tertawa bersama, hari paling berkesan menurut saya. melihat artis artis indonesia memainkan beberapa lagu, saya mencium tangannya berkali2 tanda saya tidak akan pergi kemana2 dan akan tetap dihatinya, begitupun dia. dia mencium tangan saya berkali2. entah apa artinya, yang pasti saya senang karena saya pikir dia sudah tidak ragu lagi dengan saya. pulang pukul 12 malam. saya perlambat motor saya hanya sekedar ingin lebih lama dengannya. ketika sampai, terlihat dari raut wajahnya yang begitu lelah. entah kenapa saya tiba2 ingin mencium keningnya. Makin hari makin sayang yang tumbuh. namun.. pada suatu saat saya sangat penat dengan kuliah saya. saya menjadi sedikit cuek, bahkan suatu ketika Ayunda bercanda, saya malah enggan mengobrol dengannya. saya cuekin dia. hal paling tolol yang saya lakukan. dari hari itu Ayunda menjadi sangat berbeda, perasaan dia mulai berubah. saya tanya kenapa dia menjawab "gapapa". Ayunda menjadi sangat cuek. menjadi tidak pernah memberi kabar. dari situ saya selalu menyalahkan diri saya sendiri. ah gobloknyaa.. Suatu ketika saya pulang bareng naik angkot, saya berharap cerita2 dari dia. tapi.. kami diangkot menjadi hening, terkandang dia mengobrol dan kemudian hening lagi. sangat terasa disana kalo ia menjadi berbeda. saya dan Ayunda berjalan dari depan komplek ke rumah. seperti biasa saya ingin menggenggam jemarinya, namun dia seperti menolak dengan langsung main HPnya. dua kali seperti itu. semenjak saat itu kami menjadi jarang chating, bertemu. saya merasakan mengapa dia seperti ini. saya menebak2 mengapa ia berbeda. dan bahkan kemungkinan prediksi saya benar. Sabtu pada tanggal 20 September malam hari sekitar pukul 10 malam. saya mengantar dia pulang sehabis rapat. saya ingin meluruskan masalah ini. saya mengobrol didepan rumahnya. dia menjelaskan bahwa perasaan dia sudah semakin ga nyaman. ga nyaman karena setiap kali kumpul saya selalu mendekatinya. padahal pada saat kumpul dia hanya ingin ikut berkumpul. bukan berduaan dengan saya. yap, seperti perkiraan saya. saya juga berpikir demikian. memang saya juga ingin ikut berkumpul, tapi mungkin bulan2 pertama pacaran inginnya berduaan terus. dia bahkan bilang kalo teman baiknya Ryan yang suka mengantar jemput belakangan ini. saya jarang mengantar jemput belakangan ini karena kakak saya tidak sedang dirumah. dan saya sendiri sibuk kuliah. dari situ saya mulai negative thinking. astagaa bodohnya saya. saya mengira dia punya perasaan pada Ryan itu. padahal saya tau dia tidak punya perasaan pada Ryan selain teman. butuh waktu cukup lama untuk menyadari itu. Ayunda menyudahi hubungan kita. perasaan sedih yang mendalam. karena dia bilang kalo dia emang masih sayang. ini namanya putus konyol. saya sangat menyesali tingkah laku saya. saya ingin memutar waktu kembali. saya ingin lakukan apapun untuk kembali padanya. masalah pertama sekaligus terkahir yang saya lalui bersamanya. oh God..... Dari situ saya sering melamun, saya rindu bagaimana saya memegang tangannya, saya rindu dia yang selalu membuat ponsel saya berbunyi, saya rindu dengan cerita ceritanya, saya rindu bagaimana cara makannya yang lama, saya rindu bagaimana dia menyuruhku untuk mandi, saya rindu dia mengirimkan gambar romantis, saya rindu logat berbicaranya, saya rindu menyimpan foto2 masa kecil dia, saya rindu disaat saya berdua dirumahnya, saya rindu mengantar jemput dia, saya rindu mengingatkan dia untuk minum air putih, saya rindu dia sampai sekarang saya menulis cerita ini. Hari demi hari berlalu. masih terngiang2 di telinga saya alasan dia memutuskan menyudahi hubungan ini ialah dia sudah merasa tidak nyaman. seminggu saya berfikir untuk merubah kelakuan bodoh saya. saya berniat untuk mengajaknya balikan. setelah berselang 20 hari saya mengajak dia untuk bertemu. Malam itu 5 Oktober 2014 kita bertemu di lapangan dekat mesjid. sekitar pukul 8 malam. kami mengobrol panjang meluruskan masalah. saya mengurungkan niat mengajak dia balikan karena dia bilang perasaannya pada saya sudah sirna. sedikit kecewa tapi saya senang karena semua masalah sudah beres. terlihat juga di mata dia kalau dia juga senang. Semua kembali seperti biasa pertama saya mengenalnya. sampai suatu ketika saya stalking socmed dia.... Quote: Anabelle (with Ryan) @cinema21 berengsek. dugaan saya benar. dia jadian dengan ryan. saya masih menahan emosi. seketika saya langsung membuka layar chating dengannya. entah apa yang ada di pikiranku. saya maki2 dia. saya bilang bahwa dia tidak pernah mencintai saya. saya bilang bahwa dia malu menjalin hubungan dengan saya. dia mengelak beberapa kali. namun saya tetap tidak percaya. saya bingung karena di satu sisi saya sangat mencintainya dan disisi lain saya kecewa dengannya. dan saya lebih kecewa ketika dia memasang status bbm dengan inisial nama pacar barunya itu. sedangkan ketika dia masih jadi dengan saya. tidak pernah. Sedih. kenapa dia berturut2 membuat saya kecewa? sudah lelah saya untuk menangis. saya mencoba menutup pintu hati saya hingga dia kembali pulang. saya mencoba untuk mengikhlaskan dia. dan saya senang dia bahagia dengannya.