berbagi berita bahagia

40 Mayat Penumpang Air Asia Ditemukan? data dan fakta

20141230

40 Mayat Penumpang Air Asia Ditemukan? data dan fakta

JAKARTA -- Tim gabungan Badan SAR Nasional dan TNI menemukan lebih 40 tubuh penumpang pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh di Selat Karimata, sekitar laut Pangkalan Bun. Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal), Laksamana Pertama Manahan Simorangkir kepada AFP mengatakan, menurut radio Angkatan Laut, KRI Bung Tomo yang diterjunkan telah menemukan lebih 40 mayat dan jumlahnya bisa bertambah. Hanya saja, ia kemudian menyatakan telah terjadi miskomunikasi dengan para stafnya. Menurut dia, jumlah penumpang yang ditemukan belum sebanyak itu. Adapun, salah satu petugas memastikan bahwa tubuh korban yang ditemukan dalam kondisi memprihatinkan. "Saat kita dekati, tubuh tampak membengkak," kata Letnan Satu Tri Wibowo dari pesawat Hercules seperti dilansir Tribuneindia. Sementara itu, Kepala Basarnas Marsekal Madya Bambang Soelistyo menyatakan, pihaknya sekarang berkonsentrasi di lokasi bayangan, di mana puing-puing pesawat telah ditemukan. Lokasinya terletak sekitar 160 kilometer barat daya dari Kota Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Di Pangkalan Bun, terdapat sebuah bandara dan menjadi posisi terakhir yang diketahui keberadaan pesawat sebelum hilang kontak. Pun dengan produsen pembuat pesawat, Airbus telah "diberitahu oleh pihak berwenang Indonesia bahwa lokasi kecelakaan dari penerbangan QZ8501 telah ditemukan". Sementara itu, Presiden Joko Widodo memuji tim pencarian dan mengatakan tiga kapal perang sudah menuju ke lokasi. "Besok (Rabu) akan ada pencarian besar-besaran oleh kapal dan helikopter," katanya setelah terbang di atas daerah dan mengunjungi Pangkalan Bun. TvOne Meminta Maaf Atas Tayangan Jenazah Penumpang AirAsia TvOne diprotes staf AirAsia dan sejumlah keluarga penumpang di Bandara Juanda, Surabaya. Persoalannya karena menayangkan gambar jasad secara utuh. TvOne pun meminta maaf atas penayangan gambar itu. "Kami meminta maaf kepada keluarga korban. Kami harus memberi kepastian tentang proses evakuasi," terang presenter berita TvOne dalam tayangan berita, Selasa (30/12/2014). Berkali-kali presenter pria itu meminta maaf atas penayangan gambar. Kemudian, tak lama TvOne memblurkan gambar itu. Dalam gambar ekslusif TvOne itu memang tampak tim Basarnas tengah turun dari Heli dan hendak mengevakuasi temuan jasad yang mengambang di laut dan mengenakan pakaian dalam. Presenter itu juga terus menjelaskan bahwa penayangan gambar untuk memastikan kondisi temuan di laut. Salah satu stasiun televisi nasional menayangkan sosok temuan mayat korban Air Asia QZ8501 secara live. Tindakan ini menuai banyak kecaman dan melukai perasaan dari para keluarga korban. "Tetapi konfirmasi tersebut datang melalui sebuah cara yang sangat brutal: televisi secara live menunjukkan sosok mayat setengah telanjang yang telah mengembung dan mengambang di laut," tulis The Guardian di situs resminya. Media Internasional berbasis di Inggris ini menyebut tindakan stasiun televisi TVOne sebagai cara yang brutal untuk mengonfirmasi kematian penumpang Air Asia QZ8501 pada keluarganya. Sayangnya setelah tayangan itu, banyak keluarga korban AirAsia QZ8501 yang menangis histeris dan bahkan pingsan. Beberapa keluarga korban yang pingsan segera dibawa ke luar ruangan. Salah seorang keluarga, Munif yang saat itu sedang menunggu kabar tentang adiknya menyatakan bahwa keluarganya sudah sempat tenang sebelumnya. Akan tetapi keluarganya menjadi histeris setelah penayangan tersebut. Ia menyatakan atmosfer seketika berubah setelah penayangan sosok mayat tersebut. Dwijanto, 60 tahun, yang saat itu sedang menunggu kabar anaknya menyatakan bahwa ia merasa hancur setelah melihat tayangan tersebut. The Guardian juga menyatakan Walikota Surabaya Tri Risma Harini melakukan sejumlah upaya untuk menenangkan keluarga korban. Di saat yang sama, seorang wanita yang mengenakan seragam Air Asia meluapkan kemarahannya atas penayangan tersebut. Ia berteriak agar tayangan tersebut dihentikan. The Guardian juga mencatat, stasiun televisi terkait, TVOne, telah resmi meminta maaf. Meski begitu, tayangan yang sudah terlanjur disiarkan tersebut tetap saja akan membekas bagi para keluarga yang ditinggalkan.