berbagi berita bahagia

Inilah Bukti Penenggelaman Kapal Asing Itu Hanya Pencitraan Saja

20141215

Inilah Bukti Penenggelaman Kapal Asing Itu Hanya Pencitraan Saja

bukti 1.
Jakarta - Nasib kelima kapal nelayan asing asal Thailand yang ditangkap karena mencuri ikan di Laut Indonesia bakal ditenggelamkan dalam waktu dekat di Perairan Pontianak, Kalimantan Barat. Penenggelaman kapal rencananya akan dilakukan pada tanggal 14 Desember 2014 atau bertepatan dengan hari Nusantara oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Sementara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan hanya memantau proses penenggelaman kapal melalui video teleconference.

"Nanti resmi tanggal 14, presiden akan menyaksikan penenggelaman kapal. Kapal itu ada di Pontianak tapi beliau berada di Tarakan (Kalimantan Timur) menyaksikan melalui teleconference," ungkap Dirjen Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Gellwyn Yusuf saat temu media di Kantor KKP, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Jumat (5/12/2014).

Menurut Gellwyn seluruh barang bukti kelima kapal asal Thailand mencuri ikan di laut Indonesia sudah cukup. Kelima kapal tersebut melanggar zona tangkap ikan (fishing ground), penggunaan 100% anak buah kapal asing dan izin tangkap bodong.

"Ada juga yang ditangkap tapi dia tidak artinya bodong izinnya. Itu ada cuma mereka melanggar. Misal yang harus perairannya di sini mereka tangkap di sana izin wilayah," imbuhnya.

Hal ini menjadi pelajaran kepada kapal asing yang berniat menangkap ikan di laut Indonesia secara ilegal. Ke depan begitu kapal ditengarai dan terbukti melakukan illegal fishing di tengah laut maka KKP segera akan melakukan penenggelaman.

"Ini sebagai suatu peringatan kalau nanti ada lagi dari kapal-kapal yang mirip-mirip ddmikian itu sudah menjadi suatu SOP. Jadi harus ditenggelamkan," tegasnya.


Bukti 2.

Susi menjelaskan, penenggelaman kapal asing merupakan salah satu cara yang strategis untuk memberikan efek jera kepada para pencuri ikan. Oleh karena itu, akan terus dilanjutkan ke depannya.

"Kemarin kan baru tiga kapal, nanti tanggal 15 (Desember) akan ada lagi (penenggelaman kapal pencuri ikan)," ujarnya.

Susi mengakui tidak seluruhnya kapal asing yang mencuri ikan akan ditenggelamkan. Sebagian, akan disita untuk dimanfaatkan nelayan Indonesia. Namun, Susi menegaskan kapal yang disita itu tidak akan dilelangnya.

"Tapi tidak akan dilelang," ujarnya.

Susi memaparkan lagi kerugian yang ditimbulkan pencurian ikan dari kapal asing. Kerugian tersebut totalnya mencapai Rp300 triliun.

"Satu kapal saja dapat mencuri 600 ton (ikan) per tahun. Kalau kapal asing ada 5.000 (unit), sudah berapa kerugiannya," katanya.

Selain itu, akibat pencurian ikan oleh kapal-kapal asing ini, masyarakat Indonesia kurang merasakan kekayaan laut sendiri.

"Akibatnya, kemampuan masyarakat makan ikan bukan ikan laut, tapi justru yang bisa kita makan hanya ikan asin atau ikan yang kecil-kecil," pungkasnya.


SUMBER 1

SUMBER 2

Di berita di atas ada dua kebohongan yang dilemparkan pemerintah yaitu:

1. Tanggal 14 akan ada penenggelaman kalap asing lagi dan Jokowi akan menyaksikan langsung.

2. Tanggal 15 akan ada lagi penenggelaman berikutnya versi menteri Susi.

Saat ini sudah tanggal 15 Desember dan tidak ada satupun tanda tanda akan ada kapal asing yang akan ditenggelamkan.

Miris sekali melihat para pemimpin yang gemar menebar kebohongan seperti ini.