berbagi berita bahagia

Penumpang air asia ditemukan !!! analisa berita

20141230

Penumpang air asia ditemukan !!! analisa berita

Pimpinan puncak AirAsia, Tony Fernandes, mengatakan perasaannya 'hancur' dengan hilangnya pesawat yang membawa 162 orang dari Surabaya ke Singapura.
Pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ8501 itu hilang itu hilang setelah melakukan kontak terakhir pada pukul 06.17 WIB, Minggu 28 Desember.
Departemen Perhubungan mengatakan lokasi hilangnya pesawat antara Pulau Kalimantan dengan Pulau Belitung dan proses pencarian sudah dihentikan ketika cuaca sudah gelap untuk dilanjutkan kembali Senin pagi 29 Desember.
Dalam keterangan persnya di Surabaya, Tony Fernandes, menegaskan bahwa mereka belum mengetahui hal yang sebenarnya terjadi dan siap bekerjasama dengan pihak berwenang yang akan melakukan penyelidikan.
"Kami amat hancur dengan yang terjadi ini, tidak bisa dipercaya. Namun saat ini kami tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi jadi kami menunggu penyelidikan atas kecelakaan untuk menemukan yang terjadi."

Harapan pesawat ditemukan

Keluarga penumpang Air Asia
Keluarga penumpang AirAsia menunggu informasi di Surabaya.
Fernandes yang berkantor di Malaysia terbang langsung ke Surabaya untuk ikut membantu para keluarga korban dan awak pesawat.
"Keprihatinan kami saat ini adalah kepada para keluarga, dan tidak ada yang lebih penting dari itu, dari keluarga awak pesawat dan penumpang, kami akan membantu mereka."
"Kami mengharapkan pesawat akan ditemukan segera dan kita bisa mengetahui penyebab dari apa yang terjadi," tambahnya.
Ketika pesawat jenis A320-200 hilang kontak, dilaporkan cuaca buruk melanda kawasan sekitar dan pilot sempat meminta izin untuk menaikkan ketinggian pesawat ke 38.000 kaki dari 32.00 kaki untuk menghindari awan.
AirAsia merupakan maskapai penerbangan murah yang bermarkas di Malaysia namun cukup populer di negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Keluarga di Bandara Juanda

Hingga Senin (29/12) dini pagi hari, masih ada kerabat awak pesawat dan penumpang yang mendatangi Bandara Juanda, Surabaya, untuk mencari tahu kabar terkini.
AirAsia
Pesawat AirAsia QZ8501 membawa 155 penumpang dan tujuh awak.
Salah satunya adalah Christofel Bayu Angkasa Putra, seorang pria yang sedang mengikuti pendidikan pilot yang mengenal kapten pesawat QZ8501, Irianto, yang merupakan teman dekat ayahnya.
"Mungkin dia lebih punya banyak pengalaman indah dengan papa saya. Saya waktu itu pada tahun 2002, masih sekitar umur 7 atau 8 tahun. Orangnya baik," kata Christofel kepada Rizki Washarti dari BBC Indonesia.
Christofel mengaku ayahnya terkejut mendengar Irianto menjadi pilot pada pesawat AirAsia QZ 8501 tersebut.
Selain Christofel, Senin dini pagi juga terlihat dua siswi Indonesia yang bersekolah di Singapura di Pusat Krisis bandara Juanda.
Keduanya ditemani guru dan kerabat untuk mengetahui informasi mengenai orangtuanya, yang ikut dalam penerbangan AirAsia dari Surabaya menuju Singapura untuk mengunjungi mereka berdua.