berbagi berita bahagia

Cara Berpikir Presiden, Entrepreneur Banget

20150117

Cara Berpikir Presiden, Entrepreneur Banget

Tanggal 15 Januari 2014 kemarin, saya dapat kesempatan untuk menghadiri Indonesia Outlook 2015 di Hotel Borobudur dengan Keynote Speaker: Presiden RI Jokowi. Beliau kasih presentasi selama 45 menit, dan disiarkan secara langsung di Metro Tv. Oh, akhirnya saya tahu rasanya bagaimana bisa salaman sama Presiden ketika Beliau nyamperin meja saya. Yay! Anyway.. Selama beliau presentasi, kami para pengusaha serius menyimak, namun sesekali 'terpaksa' ketawa karena Jokowi dengan gaya 'ndeso-nya' nyeletuk-nyeletuk lucu. Beliau cerita.. Sejak kapal-kapal pencuri ikan ditenggelamkan, sekarang tangkapan para nelayan berlimpah, income mereka pun naik drastis. Sekarang pencuri ikan sudah takut, beliau bilang, "Menterinya sadis!" Kami pun ketawa.. Tapi dibalik penenggelaman kapal pencuri ikan, Jokowi cerita bahwa pertama kali dia kasih approval "Laksanakan!", perintahnya ngga digubris. Ada sekitar 2 minggu, ngga ada kapal yang ditenggelamkan. Dia kasih perintah lagi, "Laksanakan!" masih ngga ada follow up. Baru hingga yang ketiga kali, "Laksanakan!" baru ada kapal yang ditenggelamkan. Jokowi sendiri ngga ngerti kenapa, "Padahal saya itu Panglima Tertinggi loh". Jokowi cerita bahwa subsidi BBM selama 5 tahun terakhir itu Rp1300 triliun! Kalau harus subsidi BBM 5 tahun kedepan, akan sekitar Rp1400 triliun! Beliau cerita bahwa untuk membuat jalur kereta, butuh sekitar Rp900 triliun. Untuk bangun 49 waduk cuma (kalau saya tidak salah ingat) sekitar Rp25 triliun. Untuk bangun 1000 km jalan tol, cuma Rp400 triliun (kalau saya tidak salah ingat). Kami kembali dibuat ketawa ketika Beliau bilang, "Bayangin kalau uang subsidi BBM dipake untuk buat waduk! Bisa jadi 2800 waduk. Indonesia isinya waduk semua!" Beliau cerita ketika anggota kabinet terkait bilang secara hitung-hitungan sudah selesai dan tepat untuk menaikkan Premium, ada beberapa advisernya yang bilang jangan sekarang karena takut popularitas menurun. Kala itu, Jokowi langsung menginstruksikan agar BBM bersubsidi dinaikkan malam itu juga. Beliau di seminar kemarin bilang, "Saya ngga kerja untuk popularitas, tapi untuk masyarakat dan negara." Satu ruangan pun bergemuruh dengan tepuk tangan. Satu lagi yang menarik yang ingin saya ceritakan di sini adalah ketika Jokowi bilang bahwa jaman dulu BUMN itu selalu dimintain dividen untuk APBN. Sekarang kebalik! Dana APBN sekarang untuk meyuntik BUMN biar bisa lebih berkembang. Yang menariknya adalah, setiap dana yang dikasihin ke BUMN dari dana APBN, Jokowi minta si perusahaan BUMN tersebut bisa membuat proyek yang akan menghasilkan 5 sampai 7 kali lipat dari dana yang didapat. SUKA!!! Jelas pemikiran Jokowi sekarang ini, mirip dengan cara pemikiran entrepreneur, berikut analisa saya kemiripannya: 1. Visi dan Misinya bermakna positif, dan jelas. 2. Kalau analisa secara hitungan sudah dilakukan, ambil tindakan segera, jangan tunda-tunda; tegas. 3. Berani mengambil tindakan benar meski tidak popular, demi kepentingan yang lebih besar. 4. Setiap uang yang perusahaan keluarkan, harus menghasilkan berlipat-lipat. Jelas apa yang saya share di sini, hanya sebagian kecil cara berpikir Entrepreneur. Masih ada 'jutaan lagi' pemikiran Entrepreneur yang harus dimiliki untuk bisa sukses. Saya akan share lagi di lain waktu ya. See you ON TOP!