berbagi berita bahagia

[Eksekusi Mati Gembong Narkoba] Presiden Jokowi Juga Tolak Lobi Raja Belanda

20150117

[Eksekusi Mati Gembong Narkoba] Presiden Jokowi Juga Tolak Lobi Raja Belanda

Eksekusi mati yang dilaksanakan kepada 6 gembong narkotika menjadi perbincangan para pemimpin internasional. Pemerintah Kerajaan Belanda secara khusus menyebut hukuman mati sebagai hukuman yang kejam. "Hukuman yang kejam dan tidak manusiawi, sebuah penolakan yang tidak dapat diterima secara martabat manusia dan integritas," demikian kata Menteri Luar Negeri Belanda, Bert Koenders, sebagaimana dikutip dari theguardian.com, Minggu (18/1/2015). Bert juga menyatakan pemimpin Kerajaan Belanda yaitu Raja Belanda Willem-Alexander and Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte, telah berusaha mengontak Presiden Joko Widodo untuk meninjau ulang eksekusi mati itu. Tapi ekskusi itu tetap dilakukan. Hal itu dilakukan karena salah seorang WN Belanda, Ang Kim Soei yang dihukum karena memproduksi narkotika dalam jumlah besar. Ang memiliki pabrik ekstasi yang bisa memproduksi 150 ribu butir per hari dan juga memproduksi sabu dalam jumlah banyak. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo juga menolak lobi yang dilakukan oleh Presiden Brazil, Dilma Rousseff untuk menggagalkan eksekusi mati terhadap warganegaranya, Marco Archer Cardoso Moreira. Marco berusaha menyelundupkan 13 kg heorin ke Indonesia.