berbagi berita bahagia

Gerakan mahasiswa 20 Mei 2015 Lengserkan Jokowi

20150421

Gerakan mahasiswa 20 Mei 2015 Lengserkan Jokowi

Praktik balas jasa yang dilakukan Jokowi dengan mengobral beberapa jabatan komisaris BUMN kepada politisi PDIP mendapat respon negatif. Publik khawatir praktik balas jasa tersebut akan menimbulkan skandal korupsi di saat penegakkan hukum di Indonesia sedang melemah akibat kriminalisasi KPK. Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI) Panji Nugraha mengatakan tidak menutup kemungkinan praktik balas jasa yang dilakukan Jokowi kelak akan mendatangkan skandal korupsi besar-besaran. “Jika kondisi seperti ini terus terjadi maka proses check and balances akan segera musnah dari Indonesia. Korupsi akan menjadi barang lazim dan bukan tidak mungkin semua pejabat tinggi negara akan menghalalkan korupsi,” ujar Panji dalam keterangannya, Senin (23/3). Panji menyarankan masyarakat harus menyelamatkan Indonesia dari praktik korupsi yang diduga sedang dirancang secara bersama-sama oleh para elit PDIP dengan mendukung gerakan 20 Mei 2015 yang dipelopori oleh mahasiswa seluruh Indonesia untuk mendesak Jokowi-JK segera mundur dari jabatan Presiden-Wakil Presiden. “Kita perlu mendukung gerakan seperti ini, bahkan sebenarnya 20 Mei terlalu lama, kalau perlu lengserkan minggu depan. Agar Indonesia masih bisa diselamatkan dari praktik korupsi,” tutup Panji. Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus mulai menggalang aksi, pekan ini. Mulai dari mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) hingga Universitas Jambi. Gelombang aksi diperkirakan akan semakin besar setelah mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menggelar rapat akbar, siang ini (20/3/2015). Aksi menyoroti pemerintahan Jokowi-JK dimulai dari Jawa Timur dan Jawa Barat. Ratusan mahasiswa Universitas Brawijaya menggelar aksi di depan Gedung DPRD Kota Malang, Senin (16/3/2015) lalu. Mereka menilai Jokowi-JK tidak mampu menyelesaikan berbagai permasalahan mulai ekonomi, politik, hingga pemberantasan korupsi. Karenanya mereka memberikan rapor merah terhadap pemerintahan Jokowi-JK. Sementara ratusan mahasiswa Jawa Barat menggelar aksi serupa di Gedung sate pada hari yang sama. Mereka memberikan ultimatum kepada Jokowi-JK untuk segera bertindak menyelesaikan permasalahan yang membelit bangsa. Dalam orasinya, koordinator aksi memberikan waktu kepada Jokowi sampai tanggal 20 Mei 2015. Jika tidak ada perbaikan secara signifikan, Jokowi diminta mengundurkan diri. Bukan hanya di Jawa, aksi mahasiswa juga digelar di luar Jawa. Di Riau dan Jambi, mahasiswa sudah mulai menyerukan “turunkan Jokowi.” Siang ini, aksi juga digelar di Surakarta dan Jakarta. Ratusan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) berunjuk rasa mengkritisi pemerintahan Jokowi-JK. Mereka menuntut Presiden Jokowi untuk mengembalikan subsidi BBM, bersikap tegas memberantas korupsi, menguatkan tukar nilai rupiah, bekerja nyata dan bersikap pro rakyat serta menghentikan pencitraan. Mahasiswa UI juga mulai bergerak. Tampak ratusan orang menghadiri rapat akbar yang digelar di Kampus Salemba. Mereka menuntut reformasi Polri dan lembaga peradilan, memperkuat KPK dan turunkan harga.