berbagi berita bahagia

Mahasiswa Indonesia Turunkan Jokowi gagas "Gerakan 20 Mei 2015"

20150421

Mahasiswa Indonesia Turunkan Jokowi gagas "Gerakan 20 Mei 2015"

Sejumlah elemen mahasiswa Indonesia dikabarkan menggagas "Gerakan 20 Mei 2015 Turunkan Jokowi". Hal itu disebabkan kondisi ekonomi dan politik yang carut-marut. Bahkan, kondisi kacau saat ini dinilai mirip dengan masa akhir Orde Baru tahun 1998. "Jika pemerintah masih juga belum sadar, maka opsi pemakzulan memang perlu dibicarakan.. Kampus dan kelas menengah harus bergerak. Jangan diam saja, buat pemerintah dan masyarakat sadar, kita Akan bergerak," ungkap Sekjen Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM) 1998 Arie Wibowo dalam sebuah diskusi di Jakarta, Jumat (27/3), seperti dikutip goriau.com. Di hari yang sama, massa mahasiswa dari berbagai kampus di Bogor, Depok, Bekasi, Bandung hingga Lampung, melakukan unjuk rasa di Istana Bogor. Mereka memberikan rapor merah untuk Jokowi-JK dan menyampaikan sejumlah tuntutan. Diberitakan detik.com, massa dari BEM Unpak, BEM UPI Bandung, Unjani Bandung, Univ Tazkia, Unida Bogor, Unpad, Bem PNJ Politehnik Negeri Jakarta, BSI, IPB, UIK dan UNILA Lampung yang beraksi pada Jumat (27/3/2015) ini memenuhi kawasan Istana Bogor. Dalam orasinya, mahasiswa meminta dipertemukan dengan staf Istana Bogor untuk menyampaikan aspirasinya dan memberikan raport merah untuk Jokowi. Mahasiswa menyoroti pemerintahan Jokowi-JK, yang menurut mahasiswa-mahasiswa Indonesia sedang mengalami pergejolakan ekonomi, hukum, hingga sumber daya alam. Mereka juga menilai program nawacita Jokowi -JK, kebijakanya tidak pro rakyat. Gerakan 20 Mei Turunkan Jokowi Sebelumnya, dikabarkan ribuan aktivis mahasiswa dari berbagai jaringan elemen kampus di daerah berencana masuk Jakarta untuk menggelar aksi besar-besaran tanggal 20 Mei 2015. "Seminggu sebelum tanggal 20 Mei, rekan-rekan mahasiswa dari berbagai daerah akan masuk Jakarta untuk bergabung dalam aksi besar-besaran di Istana Negara,” demikian pesan singkat yang disebarkan oleh Progres 98, Sabtu (21/32015). Menurut berbagai informasi yang dihimpun visibaru.com, konsolidasi lintas elemen aksi mahasiswa dan rakyat terus bergulir. Perwakilan dari kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang berada di Pulau Jawa dikabarkan akan memasuki Jakarta pada tanggal 18 – 19 Mei. Progres 98 menyerukan kepada seluruh kalangan pendukung perubahan untuk bersatu mendukung aksi mahasiswa dalam gerakan Kebangkitan Nasional 20 Mei. "Sudah saatnya seluruh potensi anak bangsa bersatu dan bergerak mengepung Istana Negara melalui aksi damai untuk mendesak Jokowi – JK diturunkan dari kekuasaan,” seruan Progres 98 melalui fan page http://www.facebook.com/progres.98 Para mantan aktivis 1998 dan perhimpunan alumni dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta telah menyiapkan serangkaian pertemuan untuk kesiapan aksi.(cb)