berbagi berita bahagia

Menteri Susi: Bisnis Impor Garam Untungnya Seperti Jual Narkoba

20150830

Menteri Susi: Bisnis Impor Garam Untungnya Seperti Jual Narkoba

Menteri Susi: Bisnis Impor Garam Untungnya Seperti Jual Narkoba

Menteri susi lagi bicara memakai mic
Padahal, kata Susi, ada ketentuan importir harus serap garam petani, tapi karena tidak mau serap dengan harga yang ditentukan, maka digelontorkanlah garam agar di petani murah hingga Rp270. Hal tersebut terjadi karena tidak ada transparan dalam kuota dan pengawasan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, para pengimpor garam tidak mau berhenti mengimpor. Pasalnya, keuntungan dari impor tersebut sangat menggiurkan.
"Apalagi untungnya 200 persen kayak jualan narkoba, jadi ketagihan mereka. Ketagihan akhirnya tidak mau stop impor," ujar Susi, di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta pusat, Sabtu (29/8/2015).



"Impor jadi petaka buat petani dan industri dalam negeri tidak akan tumbuh. Dolar tinggi harusnya kita kerja keras kurangi impor, jadi momentum, di situlah nasionalisme kita harus muncul," ucapnya.
Susi memohon agar dapat terserapnya garam petani. Jika impor kemudian murah, tetapi petani sengsara termasuk industri dalam negeri, tidak akan maju.
"Mereka beli dari luar Rp500, jualnya Rp1.500 di sini, masih untung Rp1.000. Kalau 1 juta ton, sudah berapa untungnya. Makanya petani kita miskin terus, ada 35 ribu petani garam, kalau satu keluarga punya lima orang, yang kena 150 ribu orang. Kita harus investasi buat pertumbuhan ekonomi dalam negeri," ungkapnya.